*MENEGAKKAN LAPAS TANPA PUNGLI: KOMITMEN KALAPAS MUARA BULIAN DAN HARAPAN SELURUH WARGA BINAAN*
Muara Bulian -Matajurnalis.co.id15 Oktober 2025— Lapas Kelas IIB Muara Bulian terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari pungutan liar (pungli). Melalui gerakan “Stop Pungli”, pihak lapas berupaya membangun budaya integritas dan pelayanan yang transparan bagi seluruh warga binaan serta masyarakat.
Kalapas Kelas IIB Muara Bulian, M. Ilham Santoso Sahdani menegaskan, “Pihaknya tidak akan menoleransi segala bentuk praktik pungli, baik yang dilakukan oleh petugas maupun warga binaan.”
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600px SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin menghapus stigma negatif bahwa lapas identik dengan pungli. Seluruh petugas sudah diingatkan dan disumpah untuk bekerja profesional. Bila ditemukan pelanggaran, sanksinya tegas sesuai aturan, pengawasan dilakukan secara berlapis melalui kegiatan razia rutin, peningkatan transparansi layanan, serta pembentukan tim pengendali gratifikasi internal, Kami juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat dan keluarga warga binaan. Semua laporan akan ditindaklanjuti tanpa pandang bulu,” Ujar Ilham.
Gerakan “Stop Pungli” ini mendapat sambutan positif dari warga binaan.
“Sekarang lebih tertib. Kalau mau kirim surat atau kirim makanan, semuanya lewat sistem dan prosedur. Tidak ada lagi istilah ‘uang pelicin’ ujarnya.
Warga binaan lainnya menilai kebijakan baru tersebut membawa suasana lapas yang lebih tenang dan adil.
“Kami senang, karena tidak ada perbedaan perlakuan. Semua warga binaan diperlakukan sama,” katanya.
Salah Satu Keluarga warga binaan, Fitri juga menyampaikan apresiasinya terhadap langkah tegas pihak lapas. Salah seorang ibu dari warga binaan mengaku kini lebih tenang saat mengunjungi anaknya di lapas.
“Dulu kami sempat khawatir harus mengeluarkan uang lebih kalau mau kirim barang. Sekarang petugasnya ramah dan prosedurnya jelas. Kami merasa dilayani, bukan dibebani,” ungkapnya.
Keluarga lain berharap program ini terus berlanjut dan tidak berhenti hanya sebagai slogan.
“Kalau lapas benar-benar bebas pungli, warga binaan bisa fokus memperbaiki diri tanpa tekanan,” ujar salah satu keluarga narapidana.
Kalapas menjelaskan perubahan sistem di lapas tidak bisa terjadi tanpa keterlibatan seluruh pihak. Selain pengawasan internal, kerja sama lembaga pengawas eksternal terus diperkuat.
“Kami ingin Lapas Muara Bulian menjadi contoh bahwa integritas bisa dimulai dari pelayanan yang bersih dan transparan,” ujarnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Lapas Kelas IIB Muara Bulian berharap dapat menjadi pelopor gerakan anti pungli di lingkungan pemasyarakatan wilayah Jambi dan sekitarnya.
Gerakan “Stop Pungli” bukan hanya tentang penghapusan pungutan liar, tetapi juga tentang membangun kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan. Dukungan dari semua pihak petugas, warga binaan, dan keluarga menjadi kunci utama agar perubahan yang diinisiasi tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi juga dirasakan nyata oleh masyarakat.(Wit)






