Foto : Istimewa
MATAJURNALIS.CO.ID, BATANG HARI – Pelaksanaan pembangunan rehabilitasi berat melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di SDN 187/1 Teratai, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, menjadi sorotan setelah munculnya unggahan di media sosial yang mempersoalkan pekerjaan pembangunan sekolah tersebut.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600px SCROLL TO RESUME CONTENT
Persoalan itu mencuat setelah salah satu akun di grup Facebook mempertanyakan keputusan pihak sekolah terkait penggunaan material pada bagian rangka atap bangunan.
Dalam unggahan tersebut, muncul dugaan bahwa Kepala SDN 187/1 Teratai selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tidak melaksanakan pekerjaan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Salah satu hal yang dipersoalkan adalah penggunaan kembali rangka atap kayu lama yang disebut-sebut sudah keropos, sementara dalam RAB diduga tercantum penggunaan rangka baja.
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala SDN 187/1 Teratai, Maria Fitri, S.Pd., yang akrab disapa Ibu Maya, menyampaikan keberatannya atas tudingan yang beredar di media sosial.
Berdasarkan pantauan awak media Presisi Jambi di lokasi, kondisi rangka atap kayu lama secara visual masih terlihat cukup rapi dan kokoh. Material kayu yang digunakan terdiri dari beberapa jenis, di antaranya meranti, balam, dan kempas.
Meski demikian, ditemukan dua batang kayu pada bagian dek plafon yang mulai mengalami kerusakan. Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian yang perlu mendapatkan perhatian dalam proses rehabilitasi bangunan.
Di sisi lain, muncul pula pertimbangan mengenai kemungkinan pemanfaatan anggaran untuk kebutuhan perbaikan lainnya, seperti pengadaan keramik atau bagian bangunan lain yang membutuhkan penanganan.
Namun, penggunaan maupun pengalihan anggaran tetap harus mengacu pada ketentuan program, dokumen RAB, serta mekanisme perubahan yang berlaku. Karena itu, diperlukan penjelasan lebih lanjut mengenai spesifikasi pekerjaan dan kesesuaian pelaksanaannya dengan dokumen perencanaan.
Maria Fitri mengaku merasa tidak nyaman dengan munculnya tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah memilih mengikuti ketentuan yang tercantum dalam RAB.
“Saya tidak mau pusing-pusing, kita jalankan saja sesuai RAB. Saya malu sudah diposting-posting begini. Walaupun kayunya masih bagus-bagus, tetap saya bongkar,” ungkap Maria Fitri.
Persoalan ini menjadi pengingat penting bahwa perencanaan program revitalisasi sekolah perlu dilakukan secara cermat, terutama dalam menentukan kebutuhan material dan bagian bangunan yang benar-benar membutuhkan rehabilitasi.
Menanggapi isu tersebut Kepala Bidang pembinaan pendidikan dasar dinas pendidikan dan kebudayaan batang hari Adi Saputra, ST bersama tim lansung turun lapangan dan menceklis pekerjaan yang sedang di laksanakan
” Untuk pekerjaan SD 187 teratai kami bersama tim sudah turun ke lapangan dan menceklist pekerjaan yg sedang dilaksanakan
Untuk berita yang sempat heboh tentang pekerjaan rangka plafond itu sepertinya ada masalah intern tim pembangunan dan tukang
Sehingga ada beberapa tukang yg dipecat., dan tak lama muncullah berita tersebut.
Untuk pekerjaan saat kami ke lokasi pada tanggal 27 Oktober 2026 bersama konsultan pengawas, fasilitator kabupaten dan provinsi pekerjaan tersebut tidak ada masalah, hanya saja ada deviasi progres pekerjaan yang masih batas toleransi ” Kata Kabid Dikdas
Penyusunan RAB diharapkan mampu mengakomodasi kondisi riil bangunan sekolah sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal.
Selain itu, transparansi pelaksanaan kegiatan serta komunikasi yang baik antara pihak sekolah, pelaksana, dan masyarakat juga diperlukan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Program revitalisasi pada dasarnya bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Oleh sebab itu, hasil pembangunan diharapkan tidak hanya memenuhi aspek administrasi dan teknis, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik.
Editor : Indra Wijaya
Sumber Berita : Kepala Bidang pembinaan pendidikan dasar dinas pendidikan dan kebudayaan batang hari






