PT ACA Hadir di Sungai Rengas, Warga Berharap Lapangan Kerja dan Ekonomi Petani Sawit Meningkat

Avatar

- Redaksi

Senin, 2 November 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANG HARI – MATAJURNALIS. CO. ID Senin Tgl 02/11/26 Kehadiran investasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT ACA di kawasan Simpang Sungai Rengas, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari, menjadi perhatian publik. Di tengah munculnya pemberitaan mengenai dugaan ketidaksesuaian pembangunan dengan aturan tata ruang, sejumlah warga sekitar justru menyampaikan pandangan positif terhadap keberadaan perusahaan tersebut.

Saat melakukan wawancara langsung dengan beberapa warga di sekitar lokasi PT ACA, tim media DigdayaPost.web.id mendapatkan tanggapan bahwa kehadiran pabrik kelapa sawit tersebut dinilai membawa harapan baru bagi perekonomian masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Salah seorang warga yang ditemui awak media menyampaikan bahwa keberadaan PT ACA justru sangat membantu masyarakat sekitar, terutama dalam membuka peluang pekerjaan baru bagi warga lokal.

“Menurut kami, hadirnya PT ACA di kampung ini justru sangat membantu masyarakat. Dengan adanya pabrik, tentu akan tercipta lapangan pekerjaan baru sehingga warga sekitar memiliki kesempatan untuk bekerja tanpa harus jauh-jauh mencari pekerjaan ke luar daerah,” ungkapnya.

 

Ia juga menilai bahwa investasi yang dibangun oleh putra daerah sendiri seharusnya mendapatkan dukungan dari masyarakat, selama seluruh proses pembangunan dan kegiatan usahanya tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.

 

“Apa yang dilakukan orang kampung kita sejatinya harus kita dukung. Jangan hanya melihat dari satu sisi saja. Kehadiran investasi seperti ini bukan hanya membantu mengurangi beban pemerintah dalam persoalan pengangguran, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.

 

PETANI SAWIT BERPELUANG MENDAPATKAN HARGA LEBIH BAIK

 

Lebih jauh, warga tersebut berharap keberadaan PKS PT ACA nantinya dapat memberikan dampak positif terhadap para petani kelapa sawit di wilayah Sungai Rengas dan sekitarnya.

 

Menurutnya, dengan adanya pabrik pengolahan sawit di kampung sendiri, masyarakat memiliki peluang pemasaran hasil perkebunan yang lebih dekat dan efisien.

 

Bahkan, keberadaan pabrik di wilayah sendiri diharapkan dapat membuka persaingan penyerapan tandan buah segar (TBS) sehingga petani memiliki alternatif pemasaran dan peluang memperoleh harga yang lebih kompetitif.

 

“Harapan kami, dengan adanya pabrik di kampung sendiri, masyarakat yang memiliki kebun sawit bisa lebih mudah menjual hasil kebunnya. Kalau ada pabrik di sekitar kita, tentu ada peluang harga yang lebih baik karena petani memiliki pilihan tempat menjual hasil panennya,” tuturnya.

 

HARAPAN LAHIR PENGUSAHA PUTRA DAERAH

 

Dalam kesempatan tersebut, warga juga menyampaikan harapan agar ke depan semakin banyak putra asli Kabupaten Batang Hari yang berani membangun usaha, mengembangkan investasi, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

 

Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan dunia usaha dan keberanian masyarakat lokal untuk menjadi pengusaha.

 

“Kami berharap ke depan semakin banyak orang asli Batang Hari yang bisa membangun bisnis dan membuka lapangan pekerjaan. Dengan begitu, mereka ikut membantu meringankan beban pemerintah dalam mengatasi pengangguran sekaligus mendorong kemajuan Kabupaten Batang Hari,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, masyarakat tentu menginginkan investasi yang tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar melalui kesempatan kerja, peningkatan ekonomi petani, serta tumbuhnya usaha-usaha kecil masyarakat.

 

KABID DPMPTSP TEGASKAN PERIZINAN TELAH SESUAI REGULASI

 

Sebelumnya, menanggapi pemberitaan mengenai dugaan ketidaksesuaian pembangunan PKS di kawasan Simpang Sungai Rengas, Kepala Bidang DPMPTSP Kabupaten Batang Hari, Feri, memberikan klarifikasi kepada awak media DigdayaPost.web.id, Jumat (30/10/2026).

 

Feri menegaskan bahwa sebelum pembangunan PKS dilaksanakan, pihak perusahaan telah terlebih dahulu mengajukan permohonan perizinan kepada instansi terkait.

 

Menurutnya, seluruh tahapan perizinan telah diselesaikan sesuai dengan ketentuan dan regulasi pemerintah yang berlaku.

 

“Sebelum PKS itu berdiri, pihak perusahaan sudah mengajukan perizinan. Semua proses perizinannya sudah selesai dan sesuai dengan regulasi pemerintah,” jelas Feri.

 

Ia juga menyampaikan bahwa petugas dari bidang tata ruang telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan peninjauan terhadap lokasi pembangunan PKS tersebut.

 

Feri turut menyayangkan pemberitaan yang dibuat media online Suara Lugas terkait persoalan perizinan tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada dirinya selaku pejabat yang membidangi perizinan.

 

INVESTASI, KEPASTIAN HUKUM DAN KEMAJUAN DAERAH HARUS BERJALAN BERSAMA

 

Munculnya berbagai pandangan mengenai pembangunan PT ACA menjadi pengingat bahwa investasi daerah membutuhkan keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik antara pemerintah, perusahaan, media, serta masyarakat.

 

Dukungan terhadap investasi lokal merupakan hal positif, terlebih apabila investasi tersebut mampu menciptakan lapangan pekerjaan, memberikan peluang ekonomi kepada petani, dan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

 

Namun, dukungan tersebut juga harus berjalan seiring dengan kepastian hukum, kesesuaian tata ruang, persetujuan lingkungan, serta seluruh perizinan yang diwajibkan pemerintah.

 

Kabupaten Batang Hari membutuhkan lebih banyak pengusaha lokal yang berani mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Sebab, semakin banyak investasi yang tumbuh dengan baik dan taat aturan, semakin terbuka pula peluang ekonomi bagi masyarakat.

 

Jangan sampai putra daerah yang memiliki niat membangun kampung halaman kehilangan semangat untuk berinvestasi. Sebaliknya, mari ciptakan iklim investasi yang sehat, transparan, taat aturan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Batang Hari.(WIT)

Berita Terkait

Dari Lapangan Hijau untuk Masyarakat, Muhammad Zinedine Zidane Dukung Pemuda dan UMKM Batang Hari
BANTAH DUGAAN PELANGGARAN IZIN PKS DI SUNGAI RENGAS, KABID PERIZINAN BATANG HARI: SEMUA SUDAH SESUAI REGULASI
H. Elpisina Hadiri Pengukuhan Pengurus PKB Batang Hari, Yernawita SH Dipercaya Jadi Salah Satu Wakil Ketua Periode 2026–2031
Warga Mersam Klaim Tanah Perkebunan PT IAA/ICA Masuk Ke Kelompok Tani Mersam Jaya
Sat Narkoba Polres Batanghari Gencar Laksanakan KRYD, 6 Terduga Pengedar Dan Pengguna Narkotika Diamankan
Dugaan Sengketa Lahan 450 Hektare di Batang Hari, Lahmudin Minta Kepastian Hukum dan Dorong Aksi Damai ke Kejati Jambi
Polres Batang Hari Gelar Operasi Sarang Narkoba di Lubuk Ruso, Sidak Lokasi yang Diduga Jadi Markas Peredaran Narkotika
Angkutan Batu Bara Diduga Diputar Balik di Gerbang Tol Pijoan, Pengelola Beri Penjelasan

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:27 WIB

PT ACA Hadir di Sungai Rengas, Warga Berharap Lapangan Kerja dan Ekonomi Petani Sawit Meningkat

Minggu, 1 November 2026 - 19:02 WIB

Dari Lapangan Hijau untuk Masyarakat, Muhammad Zinedine Zidane Dukung Pemuda dan UMKM Batang Hari

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:58 WIB

BANTAH DUGAAN PELANGGARAN IZIN PKS DI SUNGAI RENGAS, KABID PERIZINAN BATANG HARI: SEMUA SUDAH SESUAI REGULASI

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Warga Mersam Klaim Tanah Perkebunan PT IAA/ICA Masuk Ke Kelompok Tani Mersam Jaya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Sat Narkoba Polres Batanghari Gencar Laksanakan KRYD, 6 Terduga Pengedar Dan Pengguna Narkotika Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Dugaan Sengketa Lahan 450 Hektare di Batang Hari, Lahmudin Minta Kepastian Hukum dan Dorong Aksi Damai ke Kejati Jambi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Polres Batang Hari Gelar Operasi Sarang Narkoba di Lubuk Ruso, Sidak Lokasi yang Diduga Jadi Markas Peredaran Narkotika

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Angkutan Batu Bara Diduga Diputar Balik di Gerbang Tol Pijoan, Pengelola Beri Penjelasan

Berita Terbaru