Foto : Diduga Sungai Pilau Tercemar
MATAJURNALIS.CO.ID, BATANG HARI – Kondisi Sungai Pilau yang mengalir tepat di depan pabrik PT Mutiara Sawit Semesta (MSS), Simpang Sungai Rengas, Kabupaten Batang Hari, tetap menggelisahkan warga. Air berubah hitam pekat seperti air kopi, berbau menyengat, dan banyak ikan diduga mati. Karena bermuara ke Sungai Batanghari, warga memperingatkan pencemaran bisa meluas ke perairan utama Jambi.
“Airnya hitam pekat, baunya tajam. Ikan mengapung mati. Kami tidak bisa mencari ikan, tidak berani mandi, bahkan khawatir air tanah tercemar. Ini terjadi persis di depan pabrik,” tegas warga yang meminta identitas dilindungi, Sabtu (12/9/2026).
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600px SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak menuduh, tapi bukti ada di mata. Pemerintah wajib turun, ambil sampel, dan umumkan hasilnya secara transparan. Jangan biarkan ini jadi bola liar,” tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Christian Damanik, Humas PT MSS, memberikan penjelasan resmi kepada media ini:
“Kami sudah memiliki izin, Bapak. Kemarin pihak DLH sudah turun ke lokasi untuk mengambil sampel air, dan saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratoriumnya.”
Damanik juga menjelaskan kondisi operasional perusahaan:
“Selain itu, beberapa hari terakhir kami sama sekali tidak membuang limbah ke sungai. Saat ini sedang musim kemarau dan kami berada dalam masa transisi menuju LA.”
Pernyataan ini menyusul pertanyaan awal pihak perusahaan mengenai sumber laporan warga.
Warga menyambut baik informasi bahwa pemeriksaan sudah dilakukan, namun menegaskan tuntutan agar proses dan hasilnya terbuka untuk umum:
“Kalau memang sudah ada izin dan tidak ada masalah, tunjukkan dokumennya. Hasil uji laboratoriumnya harus dipublikasikan, bukan hanya diketahui pihak perusahaan saja,” ujar warga.
– Hasil uji laboratorium segera diumumkan secara terbuka
– Diperiksa kelengkapan & kesesuaian Persetujuan Lingkungan, AMDAL/UKL-UPL, izin pembuangan limbah
– Dijelaskan secara rinci apa maksud masa transisi menuju LA dan apakah proses tersebut berisiko terhadap kualitas air sungai
– Jika terbukti ada pelanggaran, ditindak tegas sesuai UU Perlindungan Lingkungan Hidup
Sungai Pilau bermuara langsung ke Sungai Batanghari, urat nadi kehidupan jutaan warga Jambi. Warga mengingatkan: penundaan atau ketidakjelasan informasi berisiko memperluas kerusakan ekosistem yang sulit dipulihkan.
“Kami tunggu hasilnya. Tapi ingat, jika sungai ini rusak, tidak ada alasan yang bisa membenarkannya. Hukum berlaku untuk semua,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, hasil uji laboratorium belum diumumkan ke publik. Pungkasnya ( Red )
Editor : Indra Wijaya
Sumber Berita : Warga Simpang Sungai Rengas






