Diduga Gudang Penimbunan Minyak di Aurduri Satu Milik BDN Diduga Tanpa Izin: Beroperasi Malam Hari, Sering Dikunjungi Kendaraan Merah Putih  

Avatar

- Redaksi

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fotoh : Diduga Gudang minyak Milik BDN

 

MATAJURNALIS.CO.ID, MUARO JAMBI  – Sebuah gudang yang berlokasi di Jalan Lintas Nasional, Aurduri Satu, Kecamatan Jeluko, Kabupaten Muara Jambi, menjadi sorotan publik setelah terungkap dugaan kuat bahwa bangunan tersebut beroperasi tanpa mengantongi izin resmi. Gudang yang diduga dimiliki oleh warga Kota Jambi yang dikenal dengan inisial BDN ini, terindikasi menjadi lokasi penimbunan minyak hasil pengolahan dari kegiatan pengeboran minyak ilegal.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun awak media di lapangan, aktivitas di gudang tersebut berlangsung cukup lama dengan pola operasi yang sangat mencurigakan. Gudang ini diketahui baru mulai beroperasi aktif saat malam hari, di mana sejumlah kendaraan terlihat sering keluar masuk untuk membawa muatan, seolah berusaha menghindari pantauan publik.

 

Berdasarkan keterangan warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya demi alasan keamanan, keberadaan dan kegiatan di gudang tersebut sebenarnya sudah diketahui oleh masyarakat sekitar.

 

“Itu tempat penimbunan minyak bang. Mobil berwarna merah putih milik Pertamina sering masuk ke sana, mobil berwarna biru putih juga sering terlihat keluar-masuk. Minyak yang ada di sana itu hasil pemasakan atau pengolahan mentah, warga di sini sudah tahu betul kondisi dan kegiatan di gudang itu seperti apa,” ungkap salah satu warga.

 

Selain pola operasi yang tertutup dan mencurigakan, hal lain yang menjadi pertanyaan besar masyarakat adalah absennya tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH) terkait keberadaan gudang ini. Padahal, kegiatan yang diduga dilakukan di lokasi tersebut jelas-jelas bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di bidang minyak dan gas bumi (Migas).

 

Sumber yang sama menambahkan, berjalannya waktu tanpa adanya penindakan membuat dugaan masyarakat semakin menguat bahwa ada perlindungan dari pihak tertentu di balik operasi gudang tersebut.

 

“Gudang ini sudah beroperasi cukup lama, tapi tidak pernah sekalipun ditindak oleh aparat. Mungkin bekingan atau dukungan di balik gudang itu sangat kuat, makanya tidak ada pihak yang berani menindak tegas kegiatan yang ada di sana,” tambahnya.

 

Kegiatan penimbunan dan pengolahan minyak dari pengeboran ilegal merupakan tindakan yang melanggar hukum, berpotensi merugikan pendapatan negara dalam jumlah besar, serta membahayakan keselamatan dan keamanan lingkungan serta masyarakat sekitar.

Sesuai Undang-Undang di sektor Migas, setiap kegiatan usaha penambangan, pengolahan, hingga penimbunan wajib memiliki izin resmi dari otoritas yang berwenang, serta melarang keras segala bentuk eksploitasi atau pengolahan yang dilakukan secara ilegal.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang diperoleh dari pemilik gudang maupun pihak berwenang terkait keberadaan dan aktivitas yang terjadi di lokasi tersebut.

Masyarakat berharap agar aparat penegak hukum dan instansi terkait segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku demi menertibkan kegiatan yang diduga ilegal ini.

 

(Tim Peliput)

Berita Terkait

Marak Penambang Emas Tanpa Izin Di Desa Ture, Himbauan Kapolsek Pemayung Diabaikan
BANTAH DUGAAN PELANGGARAN IZIN PKS DI SUNGAI RENGAS, KABID PERIZINAN BATANG HARI: SEMUA SUDAH SESUAI REGULASI
Sat Narkoba Polres Batanghari Gencar Laksanakan KRYD, 6 Terduga Pengedar Dan Pengguna Narkotika Diamankan
Polres Batang Hari Gelar Operasi Sarang Narkoba di Lubuk Ruso, Sidak Lokasi yang Diduga Jadi Markas Peredaran Narkotika
TIDAK HANYA Dugaan Pungli, TAPI PENGRUSAKAN DAN DUGAAN PEMERASAN Meresahkan Sopir Angkutan di Batang Hari
Tim Kuda Hitam Polres Batang Hari Gerebek Transaksi Ekstasi di Acara Ulang Tahun, 24 Butir King Kong Diamankan
Polres Batanghari Berhasil Mengungkap Pembunuhan Di Kampung Baru
Kemenangan Sidang Praperadilan Polres Batanghari: Penganiayaan Warga Simpang Rantau Gedang, Penetapan Tersangka Tetap Berjalan Sesuai Prosedur

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:59 WIB

Marak Penambang Emas Tanpa Izin Di Desa Ture, Himbauan Kapolsek Pemayung Diabaikan

Selasa, 3 November 2026 - 20:44 WIB

Revitalisasi SDN 187/TERATAI Kabid Dikdas batang hari kroscek lapangan

Senin, 2 November 2026 - 11:27 WIB

PT ACA Hadir di Sungai Rengas, Warga Berharap Lapangan Kerja dan Ekonomi Petani Sawit Meningkat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:58 WIB

BANTAH DUGAAN PELANGGARAN IZIN PKS DI SUNGAI RENGAS, KABID PERIZINAN BATANG HARI: SEMUA SUDAH SESUAI REGULASI

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:14 WIB

H. Elpisina Hadiri Pengukuhan Pengurus PKB Batang Hari, Yernawita SH Dipercaya Jadi Salah Satu Wakil Ketua Periode 2026–2031

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Warga Mersam Klaim Tanah Perkebunan PT IAA/ICA Masuk Ke Kelompok Tani Mersam Jaya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Sat Narkoba Polres Batanghari Gencar Laksanakan KRYD, 6 Terduga Pengedar Dan Pengguna Narkotika Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Dugaan Sengketa Lahan 450 Hektare di Batang Hari, Lahmudin Minta Kepastian Hukum dan Dorong Aksi Damai ke Kejati Jambi

Berita Terbaru