Lingkaran Setan PETI di Padang Kelapo: Antara Dugaan Kebocoran Informasi dan Keterlibatan Oknum Pejabat Desa

Avatar

- Redaksi

Senin, 6 April 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FOTOH : Lokasi Penambang Emas Di Desa padang kelapo

 

MATA JURNALIS. CO. ID, BATANGHARI – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Padang Kelapo, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, kian mengkhawatirkan. Bak “hantu” yang tak tersentuh hukum, para pelaku terus mengeruk kekayaan alam secara ilegal meski operasi kepolisian berulang kali dilakukan.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

 

Beberapa bulan lalu, jajaran Polres Batanghari sebenarnya telah mengambil tindakan tegas dengan turun langsung ke lokasi koordinat penambangan. Namun, operasi tersebut menyisakan tanda tanya besar. Saat petugas tiba, lokasi sudah dalam keadaan kosong melompong—hanya menyisakan peralatan tambang yang tak bertuan.

 

Guna memberikan efek jera, pihak kepolisian akhirnya membakar rakit-rakit penambang di tempat. Namun, nihilnya pelaku yang tertangkap memperkuat dugaan adanya kebocoran informasi sebelum tim tiba di lokasi. Para pemain besar tampaknya selalu selangkah lebih maju dibanding aparat penegak hukum (APH).

 

Berdasarkan penelusuran di lapangan, aktivitas PETI ini tersembunyi dengan rapi di balik rimbunnya perkebunan kelapa sawit. Menggunakan alat berat dan mesin penyedot, para pelaku secara brutal mengeruk dasar sungai kecil, mengubah air yang jernih menjadi kubangan lumpur pekat dan merusak ekosistem sekitar.

 

Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap situasi ini.

 

“Mereka seolah tidak ada takutnya. Padahal sudah pernah digerebek, tapi selang beberapa lama main lagi. Sepertinya hukum tidak berlaku bagi mereka,” ujarnya dengan nada getir.

 

Ironisnya, aktivitas yang merugikan negara dan merusak lingkungan ini diduga kuat melibatkan orang dalam pemerintahan desa. Nama salah satu oknum anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berinisial HM mencuat dalam daftar terduga pemodal sekaligus pelaku aktif.

 

Berikut adalah deretan nama pemodal yang disebut-sebut warga masih aktif menjalankan bisnis haram tersebut di wilayah Desa Padang Kelapo:

 

Sohai & Hairul Geng

 

Miskin Kasus & Sitoh

 

Mael, Halan, & Kakel

 

Ridwan, Zaidan, & Zul

 

Makin, Anton, & Andi

 

Rahmad, Bujang Nurut, & Sultan Nurut

 

Kamal, Kali, serta Hamdan (Oknum BPD)

 

Masyarakat Desa Padang Kelapo kini menaruh harapan besar pada pundak Kapolres Batanghari dan Kapolda Jambi. Warga mendesak agar APH tidak hanya melakukan penertiban di lapangan (membakar alat), tetapi juga melakukan upaya penegakan hukum secara represif terhadap para pemodal.

 

“Kami minta APH segera memanggil nama-nama pemodal tersebut. Periksa aliran dananya dan tindak tegas sesuai undang-undang yang berlaku. Jangan biarkan lingkungan kami hancur demi kekayaan segelintir orang yang merasa kebal hukum,” tegas perwakilan warga.

 

Jika merujuk pada regulasi, para pelaku PETI dapat dijerat dengan UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.

 

Kini, publik menunggu keberanian Polres Batanghari untuk membongkar tuntas jaringan ini hingga ke akarnya. (Tim Redaksi)

Berita Terkait

Revitalisasi SDN 187/TERATAI Kabid Dikdas batang hari kroscek lapangan
PT ACA Hadir di Sungai Rengas, Warga Berharap Lapangan Kerja dan Ekonomi Petani Sawit Meningkat
Dari Lapangan Hijau untuk Masyarakat, Muhammad Zinedine Zidane Dukung Pemuda dan UMKM Batang Hari
BANTAH DUGAAN PELANGGARAN IZIN PKS DI SUNGAI RENGAS, KABID PERIZINAN BATANG HARI: SEMUA SUDAH SESUAI REGULASI
H. Elpisina Hadiri Pengukuhan Pengurus PKB Batang Hari, Yernawita SH Dipercaya Jadi Salah Satu Wakil Ketua Periode 2026–2031
Warga Mersam Klaim Tanah Perkebunan PT IAA/ICA Masuk Ke Kelompok Tani Mersam Jaya
Sat Narkoba Polres Batanghari Gencar Laksanakan KRYD, 6 Terduga Pengedar Dan Pengguna Narkotika Diamankan
Dugaan Sengketa Lahan 450 Hektare di Batang Hari, Lahmudin Minta Kepastian Hukum dan Dorong Aksi Damai ke Kejati Jambi

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:44 WIB

Revitalisasi SDN 187/TERATAI Kabid Dikdas batang hari kroscek lapangan

Senin, 2 November 2026 - 11:27 WIB

PT ACA Hadir di Sungai Rengas, Warga Berharap Lapangan Kerja dan Ekonomi Petani Sawit Meningkat

Minggu, 1 November 2026 - 19:02 WIB

Dari Lapangan Hijau untuk Masyarakat, Muhammad Zinedine Zidane Dukung Pemuda dan UMKM Batang Hari

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:14 WIB

H. Elpisina Hadiri Pengukuhan Pengurus PKB Batang Hari, Yernawita SH Dipercaya Jadi Salah Satu Wakil Ketua Periode 2026–2031

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Warga Mersam Klaim Tanah Perkebunan PT IAA/ICA Masuk Ke Kelompok Tani Mersam Jaya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Sat Narkoba Polres Batanghari Gencar Laksanakan KRYD, 6 Terduga Pengedar Dan Pengguna Narkotika Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Dugaan Sengketa Lahan 450 Hektare di Batang Hari, Lahmudin Minta Kepastian Hukum dan Dorong Aksi Damai ke Kejati Jambi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Polres Batang Hari Gelar Operasi Sarang Narkoba di Lubuk Ruso, Sidak Lokasi yang Diduga Jadi Markas Peredaran Narkotika

Berita Terbaru