Sopir Batu Bara Keluhkan Pungli di Jebak: Benarkah Titik Terparah?
BATANG HARI, – MATAJURNALIS.CO.ID Kamis Tgl 10/09/26 Praktik pungutan liar (pungli) di jalur angkutan batu bara Kabupaten Batang Hari kembali mengemuka. Sejumlah sopir mengaku dipungut di sejumlah titik, dan Desa Jebak, Kecamatan Muara Tembesi disebut sebagai lokasi yang paling parah.
Keluhan muncul di sepanjang jalur Jebak–Ampelu–Kampung Baru, Muara Tembesi. Para pengemudi mendesak aparat segera turun tangan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600px SCROLL TO RESUME CONTENT
Jebak paling kerap dikeluhkan. Sopir bertanya keras: “Benarkah Jebak pantas disebut desa pungli?” Redaksi menegaskan: ungkapan itu luapan amarah, bukan tuduhan terhadap seluruh warga maupun perangkat desa. Yang dicari: siapa pelakunya.
Pemerintah Desa Jebak diminta tidak tinggal diam. Jika ada oknum memaksa bayar tanpa dasar hukum, itu bukan “uang rokok” itu tindak pidana. Perangkat desa wajib bantu mengungkap atau luruskan jika tuduhan keliru. Jangan nama baik desa hancur karena segelintir orang.
Masyarakat Mendesak jangan tunggu viral atau konflik meletus.
Peta titik rawan, turun langsung ke lapangan
Tangkap & proses pelaku tanpa pandang bulu
Telusuri pengatur dan penerima setoran jangan hanya pelaku lapangan yang disentuh
Apakah pungli benar terjadi? Jika ya, apa yang sudah dilakukan? Jika tidak, klarifikasi terbuka. Bukan soal mencap desa tapi membasmi perbuatan. Hentikan pungli, proses pelaku, kembalikan nama baik. Masyarakat menunggu bukti nyata.(Indra)






