Duta LCKI Jambi Siap Hadiri SILAKNAS di Jakarta, Ketua DPW Terima Penghargaan Nasional
Jambi, MataJurnalis.co.id — Sejumlah perwakilan dari Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Provinsi Jambi bertolak menuju Jakarta pada Selasa pagi (22/7/2025) untuk menghadiri Silaturahmi Nasional (SILAKNAS) LCKI tingkat nasional. Keberangkatan dari Bandara Sultan Thaha Jambi ini menjadi simbol komitmen kuat daerah dalam memperkuat sinergi nasional dalam pencegahan kejahatan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600px SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rombongan, turut hadir Ketua DPW LCKI Provinsi Jambi, Mappangara HK, yang sebelumnya menerima Award Mappangara HK, sebuah penghargaan nasional atas dedikasinya dalam penguatan peran masyarakat dalam misi pencegahan kejahatan.
> “Kami hadir di SILAKNAS sebagai bentuk komitmen memperkuat jaringan nasional LCKI serta mengusung semangat perubahan untuk Indonesia yang lebih aman, adil dan berintegritas,” ujar Mappangara HK sebelum keberangkatan.
Sementara itu, Ketua Harian DPW LCKI Provinsi Jambi, Arnol Lubis, menekankan pentingnya forum SILAKNAS sebagai wadah strategis konsolidasi.
> “Kita akan membawa aspirasi dan pengalaman daerah Jambi ke tingkat nasional. Ini penting agar kebijakan LCKI benar-benar menyentuh akar rumput,” jelasnya.
Tak ketinggalan, Prof. Dr. (HC) M. Hatta Burhan, S.Pd., MM, Ketua LCKI Kabupaten Tebo, turut serta dalam rombongan. Ia berharap kegiatan SILAKNAS mampu menyatukan visi daerah dan pusat.
> “Kita ingin memperkuat sinergi dari daerah hingga pusat dalam misi pencegahan kejahatan dan edukasi masyarakat hukum,” tegas Prof. Hatta.
Dari Kabupaten Batanghari, Yernawita, SH, Ketua LCKI setempat, membawa misi khusus dalam memperjuangkan partisipasi perempuan di tubuh organisasi.
> “Perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial dan ketahanan keluarga. Kesetaraan dan inklusi harus menjadi bagian dari agenda kerja LCKI,” ungkap Yernawita.
Keikutsertaan DPW LCKI Jambi dalam SILAKNAS 2025 menegaskan peran aktif daerah dalam membangun Indonesia yang bebas dari kejahatan melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis kemanusiaan.(Red)






