Wajah Pendidikan Jambi Kian Tercoreng: Kadis Dik Dinilai Gagal, Yayasan Bani Hasyim Beroperasi Tanpa Izin dan Diduga Lakukan Pungli

Avatar

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

 

MATAJURNALIS.CO.ID, JAMBI — Wajah dunia pendidikan di Provinsi Jambi kembali tercoreng. Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar, yang sempat mengusung asas pembenahan sebagai arah kepemimpinan baru, kualitas pendidikan justru dinilai kian memburuk. Standar mutu dan kualitas pendidikan di wilayah ini dianggap tidak jelas arahnya, sementara kondisi yang sudah dinilai bobrok kini diperparah dengan munculnya lembaga pendidikan yang beroperasi tanpa dasar hukum yang sah.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Berdasarkan hasil investigasi media Matajurnalis.co.id, terdapat lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Bani Hasyim yang beralamat di Jalan Lintas Bandung, RT 09, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Lembaga ini diketahui membuka jenjang SMP dan SMA, namun sama sekali tidak memiliki izin penyelenggaraan pendidikan baik dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat maupun Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

 

Pengelola Mengakui Tidak Memiliki Izin

 

Dalam wawancara eksklusif dengan awak media, Ustadz Mustafa — atau yang lebih dikenal sebagai Abah Mustafa — selaku pemilik Yayasan Bani Hasyim, secara terbuka mengakui bahwa kedua satuan pendidikan di bawah naungannya belum memiliki legalitas resmi dan izin operasional dari instansi berwenang. Kendati demikian, lembaga tersebut telah beroperasi dan menerima pendaftaran siswa baru selama kurang lebih satu tahun.

 

Dugaan Pungutan Liar Menambah Keresahan

 

Tidak hanya beroperasi tanpa izin, awak media juga menemukan rekaman keterangan dan kesaksian adanya dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum di lingkungan yayasan. Setiap calon siswa yang mendaftar dikenakan biaya pendaftaran sebesar sekitar Rp800.000 per siswa. Praktik ini jelas menambah beban dan menimbulkan keresahan mendalam di kalangan wali murid yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di sana.

 

Data Peserta Didik Juga Dipertanyakan

 

Masalah semakin berlarut ketika ditemukan fakta bahwa sejumlah siswa kelas VIII dan IX di lembaga tersebut tercatat sebagai siswa asal Yayasan Riyadul Jannah. Data dalam Aplikasi Pendidikan Dasar dan Menengah (Dapodik) masih tertulis di sekolah asal tersebut. Hingga saat ini, belum ada surat keterangan pindah resmi dari sekolah asal ke SMP Yayasan Bani Hasyim. Hal ini menimbulkan kerancuan besar dan kekhawatiran serius bagi wali murid terkait keabsahan status dan kelanjutan pendidikan anak-anak mereka.

 

Masyarakat Mendesak Tindakan Tegas

 

Warga dan wali murid mempertanyakan: Bagaimana mungkin pendidikan anak-anak dapat berkualitas dan maju, jika lembaga tempat mereka belajar maupun tenaga pendidik yang mengajar tidak memiliki izin serta jaminan mutu dari instansi berwenang?

 

Masyarakat mendesak instansi terkait, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, serta penegak hukum termasuk Polda Jambi, untuk segera turun tangan dan menindak tegas Yayasan Bani Hasyim. Lembaga ini dianggap telah menimbulkan keresahan di dunia pendidikan dan diduga kuat melakukan pembohongan publik dengan mengelola sekolah tanpa izin resmi.( HS )

Editor : Indra Wijaya

Berita Terkait

Revitalisasi SDN 187/TERATAI Kabid Dikdas batang hari kroscek lapangan
Ketua LCKI Jambi Rencanakan Kehadiran Kapolri Suyudi Ario Seto dalam HUT ke-14 LCKI
Universitas Islam Batang Hari Wisudakan 293 Lulusan S1 dan S2, Rektor: Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal Tanggung Jawab Baru
LCKI Batanghari & Kompeg Geruduk Kejati Jambi, Protes Pemanenan Sawit Lahan Sitaan Kejagung di eks. PT DMP  
ROKOK ILEGAL MEREK AO TUMBUH SUBUR DI JAMBI: PT GRACIA EFATA MUARO JAMBI DIDUGA JADI GUDANG PENYIMPANAN — PADAHAL SUDAH DIGAGALKAN BEA CUAI MADIUN
Prodi MPI FTIK UNISBA dan FKIP Unila Gelar IA dan Sharing Session, Perkuat Tata Kelola dan SDM Unggul
Diduga Marak Pelangsiran BBM Subsidi di SPBU Persijam Kota Jambi, Awak Media Desak Pemeriksaan Menyeluruh
Berkarya, Berdampak, Berprestasi! Lapas Kelas IIB Bangko Raih Juara Video Kreatif “Pemasyarakatan Berdampak”

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:44 WIB

Revitalisasi SDN 187/TERATAI Kabid Dikdas batang hari kroscek lapangan

Senin, 2 November 2026 - 11:27 WIB

PT ACA Hadir di Sungai Rengas, Warga Berharap Lapangan Kerja dan Ekonomi Petani Sawit Meningkat

Minggu, 1 November 2026 - 19:02 WIB

Dari Lapangan Hijau untuk Masyarakat, Muhammad Zinedine Zidane Dukung Pemuda dan UMKM Batang Hari

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:14 WIB

H. Elpisina Hadiri Pengukuhan Pengurus PKB Batang Hari, Yernawita SH Dipercaya Jadi Salah Satu Wakil Ketua Periode 2026–2031

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Warga Mersam Klaim Tanah Perkebunan PT IAA/ICA Masuk Ke Kelompok Tani Mersam Jaya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Sat Narkoba Polres Batanghari Gencar Laksanakan KRYD, 6 Terduga Pengedar Dan Pengguna Narkotika Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Dugaan Sengketa Lahan 450 Hektare di Batang Hari, Lahmudin Minta Kepastian Hukum dan Dorong Aksi Damai ke Kejati Jambi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Polres Batang Hari Gelar Operasi Sarang Narkoba di Lubuk Ruso, Sidak Lokasi yang Diduga Jadi Markas Peredaran Narkotika

Berita Terbaru