Diduga Marak Pelangsiran BBM Subsidi di SPBU Persijam Kota Jambi, Awak Media Desak Pemeriksaan Menyeluruh

Avatar

- Redaksi

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : SPBU 24.361.11

 

MATAJURNALIS.CO.ID, KOTA JAMBI – Hasil pemantauan lapangan yang dilakukan awak media menunjukan adanya dugaan aktivitas pelangsiran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Persijam Nomor 24.361.11, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Menanggapi hal tersebut, Tim Media mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), PT Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, serta Dinas Perhubungan Kota Jambi untuk turun langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan tepat sasaran dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pemantauan dilakukan Tim awak media dalam rangka menjalankan fungsi kontrol sosial masyarakat pada Kamis (30/07/2026). Dari hasil pengamatan di lokasi, terlihat antrean kendaraan yang dinilai mencurigakan dan diduga berkaitan dengan praktik pelangsiran BBM bersubsidi. Selain berpotensi merugikan negara dan masyarakat yang berhak menerima, kondisi antrean yang padat juga dikhawatirkan mengganggu kelancaran serta keselamatan lalu lintas apabila tidak ditangani secara optimal oleh pihak pengelola SPBU bersama instansi terkait.

 

“Kondisi di lapangan perlu mendapat perhatian serius. Kami mendesak APH, Pertamina, BPH Migas, dan Dishub Kota Jambi segera turun untuk memeriksa aktivitas di SPBU Persijam Nomor 24.361.11 secara menyeluruh,” tegas perwakilan Awak media.

 

Selain pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi, Tim awak media juga meminta Pertamina bersama instansi berwenang memeriksa akurasi alat ukur atau hasil peneraan dispenser BBM. Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk perlindungan terhadap hak-hak konsumen agar tidak dirugikan dalam transaksi pengisian bahan bakar.

 

Khusus kepada APH wilayah hukum Jambi Selatan, diminta melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kendaraan yang mengantre, termasuk mencocokkan identitas kendaraan serta validitas barcode atau QR Code MyPertamina yang digunakan. Hal ini untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan maupun penggunaan yang tidak sesuai dengan ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.

 

Sementara itu, kepada Dinas Perhubungan Kota Jambi, tim media meminta pemeriksaan kelengkapan administrasi kendaraan serta kepatuhan terhadap ketentuan operasional yang berlaku, termasuk pemenuhan kewajiban identitas atau stiker kendaraan sesuai peraturan yang berlaku.

 

Secara hukum, penyaluran BBM bersubsidi diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, beserta seluruh peraturan pelaksanaannya yang mengatur penyaluran Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan. Apabila ditemukan unsur tindak pidana dalam penyalahgunaan pengangkutan maupun niaga BBM bersubsidi, penanganannya menjadi kewenangan aparat penegak hukum sesuai peraturan perundang-undangan.

 

Pengawasan penyaluran BBM bersubsidi juga merupakan mandat tugas BPH Migas untuk memastikan penyaluran energi bersubsidi berlangsung tepat sasaran, transparan, dan bebas dari praktik penyalahgunaan.

 

Masyarakat Kota Jambi pun menyambut baik adanya inspeksi lapangan secara menyeluruh. Diharapkan, apabila ditemukan pelanggaran, dapat segera ditindak tegas sesuai ketentuan hukum. Sebaliknya, jika tidak ditemukan pelanggaran, hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi dasar kepastian hukum bagi masyarakat bahwa pelayanan di SPBU telah berjalan tertib dan sesuai aturan.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Tim awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak pengelola SPBU Persijam Nomor 24.361.11, PT Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, maupun instansi terkait lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi asas keberimbangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik. (Tim Redaksi )

 

Editor : Indra Wijaya

Berita Terkait

BANTAH DUGAAN PELANGGARAN IZIN PKS DI SUNGAI RENGAS, KABID PERIZINAN BATANG HARI: SEMUA SUDAH SESUAI REGULASI
Sat Narkoba Polres Batanghari Gencar Laksanakan KRYD, 6 Terduga Pengedar Dan Pengguna Narkotika Diamankan
Polres Batang Hari Gelar Operasi Sarang Narkoba di Lubuk Ruso, Sidak Lokasi yang Diduga Jadi Markas Peredaran Narkotika
TIDAK HANYA Dugaan Pungli, TAPI PENGRUSAKAN DAN DUGAAN PEMERASAN Meresahkan Sopir Angkutan di Batang Hari
Tim Kuda Hitam Polres Batang Hari Gerebek Transaksi Ekstasi di Acara Ulang Tahun, 24 Butir King Kong Diamankan
Ketua LCKI Jambi Rencanakan Kehadiran Kapolri Suyudi Ario Seto dalam HUT ke-14 LCKI
Polres Batanghari Berhasil Mengungkap Pembunuhan Di Kampung Baru
Kemenangan Sidang Praperadilan Polres Batanghari: Penganiayaan Warga Simpang Rantau Gedang, Penetapan Tersangka Tetap Berjalan Sesuai Prosedur

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:44 WIB

Revitalisasi SDN 187/TERATAI Kabid Dikdas batang hari kroscek lapangan

Senin, 2 November 2026 - 11:27 WIB

PT ACA Hadir di Sungai Rengas, Warga Berharap Lapangan Kerja dan Ekonomi Petani Sawit Meningkat

Minggu, 1 November 2026 - 19:02 WIB

Dari Lapangan Hijau untuk Masyarakat, Muhammad Zinedine Zidane Dukung Pemuda dan UMKM Batang Hari

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:14 WIB

H. Elpisina Hadiri Pengukuhan Pengurus PKB Batang Hari, Yernawita SH Dipercaya Jadi Salah Satu Wakil Ketua Periode 2026–2031

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Warga Mersam Klaim Tanah Perkebunan PT IAA/ICA Masuk Ke Kelompok Tani Mersam Jaya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Sat Narkoba Polres Batanghari Gencar Laksanakan KRYD, 6 Terduga Pengedar Dan Pengguna Narkotika Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Dugaan Sengketa Lahan 450 Hektare di Batang Hari, Lahmudin Minta Kepastian Hukum dan Dorong Aksi Damai ke Kejati Jambi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Polres Batang Hari Gelar Operasi Sarang Narkoba di Lubuk Ruso, Sidak Lokasi yang Diduga Jadi Markas Peredaran Narkotika

Berita Terbaru