Akibat Aktivitas Ilegal Drilling, Negara Mengalami Kerugian Triliunan

Avatar

- Redaksi

Kamis, 3 Juli 2025 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 32768;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo:  ;confidence:  ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 40;

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 32768;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 40;

MATAJURNALIS. CO. ID, BATANGHARI  – PT Pertamina (Persero) diperkirakan mengalami kerugian hingga triliunan rupiah akibat aktivitas pengeboran minyak  illegal drilling yang masih terjadi, khususnya di wilayah Provinsi Jambi.

Praktik ilegal ini tidak hanya merugikan keuangan negara dalam jumlah fantastis, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius mengenai potensi keterlibatan tindak pidana pencucian uang.

Sumber internal Pertamina mengungkapkan bahwa kerugian tersebut berasal dari kehilangan volume minyak mentah yang seharusnya menjadi hak Pertamina, kerusakan fasilitas produksi, serta biaya penanganan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas pengeboran minyak ilegal Drilling.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Estimasi kerugian kami sudah mencapai angka triliunan rupiah. Ini sangat mengkhawatirkan dan menjadi beban berat bagi keuangan perusahaan dan negara,” ujar sumber tersebut yang enggan disebutkan namanya.

Aktivitas illegal drilling di Jambi, dan beberapa wilayah kaya minyak lainnya telah menjadi rahasia umum. Para pelaku seringkali beroperasi secara terorganisir, bahkan dengan peralatan yang tidak kalah canggih dari operasional resmi.

Minyak hasil curian kemudian dijual melalui jalur-jalur tidak resmi dengan harga yang jauh di bawah pasar, menciptakan pasar gelap yang sangat menguntungkan bagi para pelakunya.

Pakar hukum pidana, yang tidak ingin namanya di sebutkan, menyoroti bahwa kerugian negara akibat illegal drilling ini patut dicurigai, karena memiliki kaitan erat dengan tindak pidana pencucian uang.

“Ketika ada aliran dana dalam jumlah besar dari aktivitas ilegal Drilling, sangat besar kemungkinan uang tersebut diputihkan atau dicuci agar terlihat seperti berasal dari sumber yang sah. Ini adalah pola umum dalam kejahatan terorganisir,” jelasnya

Lebih lanjut sumber, menjelaskan bahwa keuntungan fantastis dari penjualan minyak ilegal tersebut perlu ditelusuri alurnya.

“Uang hasil kejahatan ini tidak mungkin hanya disimpan tunai. Pasti ada upaya untuk menyamarkannya melalui berbagai transaksi, pembelian aset, atau investasi bodong. Ini adalah tugas aparat penegak hukum untuk mengidentifikasi dan membongkar jaringan pencucian uang di balik illegal drilling ini.”

Pihak kepolisian dan aparat penegak hukum terkait, termasuk Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), didesak untuk segera melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus ini. Penelusuran aset para pelaku, analisis transaksi keuangan yang mencurigakan, serta kerja sama lintas instansi menjadi kunci untuk mengungkap apakah kerugian triliunan rupiah akibat illegal drilling ini juga merupakan bagian dari skema pencucian uang yang lebih besar.

Pertamina sendiri telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menindak tegas para pelaku illegal drilling. Namun, skala masalah yang semakin membesar menunjukkan bahwa penanganan kasus ini memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada penangkapan pelaku di lapangan, tetapi juga membongkar akar masalah, termasuk potensi jaringan pencucian uang yang melibatkan pihak-pihak tertentu.

Masyarakat menanti langkah konkret pemerintah dan aparat penegak hukum khususnya Polda Jambi untuk memberantas tuntas praktik illegal drilling ini dan mengungkap seluruh pihak yang terlibat, termasuk mereka yang mungkin bersembunyi di balik skema pencucian uang.

Salah satu warga Muara Bulian yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, aktivitas ilegal Drilling sudah berlangsung lama, dari tahun 2017 sampai saat ini.

” Aktifitas Ilegal Drilling di Provinsi Jambi sudah berlangsung lama, dari tahun 2017 sampai saat ini aktivitas terus berjalan, bahkan aktivitas ilegal Drilling sudah merusak lingkungan khususnya di taman hutan rakyat Sultan Thaha Saipudin Jambi, ” Imbuhnya

Ia menambahkan, berharap Kapolda Jambi mengungkap seluruh pihak yang terlibat, tampa pandang buluh siapa pelakunya.

” Saya berharap, bapak Kapolda Jambi  Irjen  Pol. Krisna Halomoan Siregar  dapat Mengungkap  seluruh pihak yang terlibat, demi menyelamatkan keuangan negara dari kerugian yang semakin membengkak,”

Di jelaskan sumber, tangkap pelaku ilegal Drilling yang masih melakukan bisnis tersebut,yang berada di Desa Pompa Air,”

“Dari pihak institusi kepolisian segera periksa pemain ilegal Drilling di Desa Pompa air, telusuri aset aset mereka, kuat dugaan  ada pratek TPPU dari bisnis ilegal Drilling di Desa Pompa Air, ”

Ia menambahkan, beberapa nama pelaku ilegal Drilling Di Desa Pompa Air.

”  Ef warga Palembang, itu pelaku bisnis ilegal Drilling yang cukup lama di Desa Pompa Air, ” Tutupnya ( Red)

 

Berita Terkait

PT ACA Hadir di Sungai Rengas, Warga Berharap Lapangan Kerja dan Ekonomi Petani Sawit Meningkat
Dari Lapangan Hijau untuk Masyarakat, Muhammad Zinedine Zidane Dukung Pemuda dan UMKM Batang Hari
BANTAH DUGAAN PELANGGARAN IZIN PKS DI SUNGAI RENGAS, KABID PERIZINAN BATANG HARI: SEMUA SUDAH SESUAI REGULASI
H. Elpisina Hadiri Pengukuhan Pengurus PKB Batang Hari, Yernawita SH Dipercaya Jadi Salah Satu Wakil Ketua Periode 2026–2031
Warga Mersam Klaim Tanah Perkebunan PT IAA/ICA Masuk Ke Kelompok Tani Mersam Jaya
Sat Narkoba Polres Batanghari Gencar Laksanakan KRYD, 6 Terduga Pengedar Dan Pengguna Narkotika Diamankan
Dugaan Sengketa Lahan 450 Hektare di Batang Hari, Lahmudin Minta Kepastian Hukum dan Dorong Aksi Damai ke Kejati Jambi
Polres Batang Hari Gelar Operasi Sarang Narkoba di Lubuk Ruso, Sidak Lokasi yang Diduga Jadi Markas Peredaran Narkotika

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:27 WIB

PT ACA Hadir di Sungai Rengas, Warga Berharap Lapangan Kerja dan Ekonomi Petani Sawit Meningkat

Minggu, 1 November 2026 - 19:02 WIB

Dari Lapangan Hijau untuk Masyarakat, Muhammad Zinedine Zidane Dukung Pemuda dan UMKM Batang Hari

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:58 WIB

BANTAH DUGAAN PELANGGARAN IZIN PKS DI SUNGAI RENGAS, KABID PERIZINAN BATANG HARI: SEMUA SUDAH SESUAI REGULASI

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Warga Mersam Klaim Tanah Perkebunan PT IAA/ICA Masuk Ke Kelompok Tani Mersam Jaya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Sat Narkoba Polres Batanghari Gencar Laksanakan KRYD, 6 Terduga Pengedar Dan Pengguna Narkotika Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Dugaan Sengketa Lahan 450 Hektare di Batang Hari, Lahmudin Minta Kepastian Hukum dan Dorong Aksi Damai ke Kejati Jambi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Polres Batang Hari Gelar Operasi Sarang Narkoba di Lubuk Ruso, Sidak Lokasi yang Diduga Jadi Markas Peredaran Narkotika

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Angkutan Batu Bara Diduga Diputar Balik di Gerbang Tol Pijoan, Pengelola Beri Penjelasan

Berita Terbaru