Dikawal Oknum Polisi HM, 4 Tronton Batu Bara Overloading Diamankan: Wartawan Diancam Ditembak Lapor Ke Propam

Avatar

- Redaksi

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

 

MATAJURNALIS.CO.ID, BATANG HARI — Empat unit tronton pengangkut batu bara yang diduga beroperasi dengan muatan melebihi batas (overloading) serta dikawal oknum anggota Polsek Muara Tembesi berinisial HM, masih ditahan di Satuan Lalu Lintas Polres Batang Hari hingga Kamis (18/6/2026). Kasus ini semakin memanas setelah , Darwin, menerima ancaman nyawa dan segera melaporkan peristiwa itu ke Bidang Propam Polda Jambi.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kejadian bermula Selasa malam (16/6/2026) sekitar pukul 19.30 WIB, saat warga di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Muara Bulian, mencurigai pergerakan keempat kendaraan bermuatan besar itu. Setelah dicegat dan diperiksa, ditemukan fakta bahwa tronton-tronton tersebut tidak hanya melanggar ketentuan muatan, tetapi juga diduga beroperasi tanpa dokumen resmi lengkap serta mendapatkan pengawalan khusus dari oknum polisi HM.

 

Hingga kini, kendaraan dan muatannya masih dalam penguasaan Satlantas Polres Batang Hari untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait izin pertambangan, dokumen angkutan, serta tingkat kelebihan muatan yang terbukti merusak infrastruktur jalan.

 

 

 

Pemberitaan mengenai kasus ini justru dibalas dengan tekanan yang mengancam keselamatan. Darwin mengaku menerima telepon dari oknum polisi inisial HM yang bertugas di Polsek Muara Tembesi yang menyampaikan ancaman secara tegas.

 

“Saya dak senang kamu bertiga yang jadi dalang ini, hati-hati kamu ya, aku petik satu-satu, aku tembak kamu,” ujar Darwin menirukan ucapan ancaman yang diterimanya.

Ia menambahkan, percakapan itu terdengar jelas oleh istri dan anaknya yang berada di rumah pada saat itu. Sang anak bahkan sempat bertanya dengan nada cemas:

 

“Ngapa ayah, polisi itu begitu?”

 

Selain ancaman fisik, Darwin juga menerima sederet kata-kata kasar yang membuat dirinya dan keluarga merasa tidak aman serta tertekan secara psikologis.

Baca Juga  Lapas Kelas IIB Muara Bulian Ikuti Zoom Meeting Panen Raya Serentak Dukung Ketahanan Pangan Nasional

 

 

Merasa hak dan keselamatannya terganggu, Darwin tidak tinggal diam. Ia telah melaporkan seluruh peristiwa ancaman dan dugaan keterlibatan oknum HM ke Bidang Pengawasan dan Pembinaan Profesi (Propam) Polda Jambi.

 

“Sudah saya sampaikan semuanya ke Propam. Mulai dari dugaan pengawalan ilegal, hingga ancaman yang saya terima. Saya harap ada pemeriksaan yang adil dan tuntas, agar tidak ada lagi oknum yang menyalahgunakan seragam dan jabatannya,” tegas Darwin.

 

Laporan ini menjadi bukti resmi agar institusi kepolisian dapat menindak tegas jika terbukti ada pelanggaran disiplin maupun hukum yang dilakukan oleh anggotanya.

 

 

 

Masyarakat Batang Hari berharap laporan yang masuk ke Propam ditindaklanjuti secara transparan. Mereka menuntut agar oknum yang terbukti bersalah diberi sanksi tegas, tanpa pandang bulu, serta menjamin keamanan penuh bagi wartawan dan keluarganya.

 

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih menunggu tanggapan resmi dari pihak Propam Polda Jambi, Polres Batang Hari, serta pihak terkait untuk menyajikan informasi yang berimbang dan akurat.

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Editor : Indra Wijaya

Sumber Berita : Darwin Irianto

Berita Terkait

Diduga Lambat Tangani Kasus Penipuan & Penggelapan, Polsek Maro Sebo Ulu Dikritik Aktivis
Dugaan Pungutan Tidak Wajar Capai Puluhan Juta Rupiah dalam Pembuatan Sertifikat PTSL 2024 di Desa Simpang Rantau Gedang, Warga Mengeluh Beban Berlipat  
Polda Jambi Lakukan Rotasi 45 Personel, Iptu Arisman Resmi Jabat Kapolsek Pemayung Batanghari
Diduga Kejanggalan Administrasi Tanah di Simpang Rantau Gedang: Luas 1,69 Hektare Berubah Menjadi 1,8 Hektare
Lagi! Lokasi Minyak Ilegal Lahan Milik Akuang Terbakar di Batanghari, Status Sumur Terbakar Masih Ditelusuri
Pelaku Inisial MI dan DS dan Mr. X Belum Diamankan, Keluarga Korban Penganiayaan Warga Simpang Rantau Gedang Minta Polres Batanghari segera amankan pelaku
ROKOK ILEGAL MEREK AO TUMBUH SUBUR DI JAMBI: PT GRACIA EFATA MUARO JAMBI DIDUGA JADI GUDANG PENYIMPANAN — PADAHAL SUDAH DIGAGALKAN BEA CUAI MADIUN
Babak Baru Dugaan Pengeroyokan di Mersam, Keluarga Terduga Pelaku Datangi Rumah Korban Minta Damai
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 14:34 WIB

Diduga Lambat Tangani Kasus Penipuan & Penggelapan, Polsek Maro Sebo Ulu Dikritik Aktivis

Selasa, 1 September 2026 - 13:28 WIB

Dugaan Pungutan Tidak Wajar Capai Puluhan Juta Rupiah dalam Pembuatan Sertifikat PTSL 2024 di Desa Simpang Rantau Gedang, Warga Mengeluh Beban Berlipat  

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Polda Jambi Lakukan Rotasi 45 Personel, Iptu Arisman Resmi Jabat Kapolsek Pemayung Batanghari

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:42 WIB

Diduga Kejanggalan Administrasi Tanah di Simpang Rantau Gedang: Luas 1,69 Hektare Berubah Menjadi 1,8 Hektare

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Pelaku Inisial MI dan DS dan Mr. X Belum Diamankan, Keluarga Korban Penganiayaan Warga Simpang Rantau Gedang Minta Polres Batanghari segera amankan pelaku

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:10 WIB

ROKOK ILEGAL MEREK AO TUMBUH SUBUR DI JAMBI: PT GRACIA EFATA MUARO JAMBI DIDUGA JADI GUDANG PENYIMPANAN — PADAHAL SUDAH DIGAGALKAN BEA CUAI MADIUN

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Babak Baru Dugaan Pengeroyokan di Mersam, Keluarga Terduga Pelaku Datangi Rumah Korban Minta Damai

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:57 WIB

Keluarga Korban Pengeroyokan di Mersam Tegas Tolak Damai, Minta Semua Terduga Diproses Hukum

Berita Terbaru

Merangin

BERSHOLAWAT UNTUK NEGERI, MENJAGA HATI, MEMBANGUN DIRI

Selasa, 1 Sep 2026 - 15:45 WIB