Equity and Access in Indonesian Education: Addressing Disparities

Avatar

- Redaksi

Selasa, 28 Maret 2023 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

The government has taken steps towards this, such as implementing a program to provide free education to all children for twelve years.

The government has taken steps towards this, such as implementing a program to provide free education to all children for twelve years.

Education is a fundamental right for every individual, and it is essential to have equitable access to education. However, in Indonesia, access to education remains unequal, and disparities in educational outcomes persist. Addressing these disparities is a critical step towards building a more just and equitable society.

One of the main barriers to access to education in Indonesia is poverty. Many families cannot afford to pay for schooling or related expenses, such as uniforms and textbooks. This disproportionately affects students in rural areas and those from marginalized communities, who may face additional barriers such as distance and lack of infrastructure.

Gender is also a significant factor in access to education in Indonesia. While gender gaps in educational attainment have been decreasing, girls still face more obstacles to accessing education than boys. This is particularly true in more conservative regions of the country, where cultural norms and practices may limit girls’ access to education.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Addressing these disparities requires a multifaceted approach. One of the most critical steps is to increase funding for education, particularly in underserved areas. The government has taken steps towards this, such as implementing a program to provide free education to all children for twelve years. However, more needs to be done to ensure that this policy is effectively implemented and reaches those who need it the most.

Another crucial aspect of addressing disparities in education is to provide support to disadvantaged students. This includes providing scholarships, financial assistance, and mentoring programs. Efforts should also be made to improve the quality of education in underserved areas, by investing in infrastructure, training teachers, and providing resources and materials.

Baca Juga  Prodi MPI S2 UNISBA Raih Akreditasi “Baik Sekali” dari LAMDIK

In conclusion, addressing equity and access in Indonesian education requires a sustained and concerted effort. By addressing factors such as poverty, gender disparities, and educational quality, Indonesia can build a more just and equitable society that values and prioritizes education as a right for all.

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Berita Terkait

175 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Islam Batang Hari Gelombang I TA 2026/2027
UNISBA Terus Berkembang: Prodi Hukum Keluarga Islam Resmi Kantongi Izin Kemenag RI*
Ketika Anggaran Pendidikan Membiayai Makan Bergizi Gratis*
Ketika Anggaran Pendidikan Membiayai Makan Bergizi Gratis*
Sambut Semester Genap 2026/2027, Dosen Ikuti Pembinaan Kopertais Wilayah XIII Jambi dan Buka Bersama
UNISBA Gelar Yudisium Angkatan IX Tahun Akademik 2025/2026, Kukuhkan 190 Lulusan*
ang terus berubah. Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan yayasan, pimpinan universitas, dosen, serta seluruh peserta yudisium. Rektor Universitas Islam Batang Hari, *Dr. Ansori, S.Pd.I., M.Pd.I,* dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Yudisium Angkatan IX dengan jumlah peserta sebanyak *189* orang, yang terdiri atas *181 lulusan Program Sarjana dan 8 lulusan Program Magister* . Adapun peserta yudisium berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) sebanyak 120 orang, Fakultas Syari’ah dan Hukum sebanyak 29 orang, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebanyak 41 orang. Yudisium Angkatan IX UNISBA Tahun Akademik 2025/2026 mengusung tema *“Menguatkan Kompetensi Lulusan yang Adaptif dan Berintegritas sebagai Kontributor Transformasi Masyarakat Berkelanjutan.”* Tema ini dinilai relevan dengan tantangan global dan nasional yang menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki kecakapan akademik, tetapi juga kemampuan adaptif, kepekaan sosial, serta integritas moral yang kuat. Dalam konteks ini, UNISBA menempatkan lulusan sebagai subjek perubahan sosial yang diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Dari perspektif pendidikan tinggi, yudisium ini mencerminkan upaya UNISBA dalam memperkuat orientasi lulusan yang tidak berhenti pada capaian akademik semata, melainkan berkelanjutan hingga pada pengabdian di ruang publik. Lulusan diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, pendidikan, dan masyarakat dengan pendekatan yang etis, profesional, serta berorientasi pada kemaslahatan bersama. Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Batang Hari, *Zulqarnain, S.Ag., M.Hum., Ph.D,* dalam arahannya menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan sebagai identitas utama lulusan UNISBA. Ia menilai bahwa lulusan perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan di tengah masyarakat, baik dalam sikap, pemikiran, maupun kontribusi sosial. Oleh karena itu, penguasaan ilmu pengetahuan harus senantiasa diiringi dengan akhlak mulia dan komitmen kebangsaan. Ketua Panitia Yudisium Angkatan IX, *Dr. Iwan Aprianto, S.Pd.I., M.Pd,* menyampaikan bahwa kegiatan yudisium ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh panitia dan sivitas akademika UNISBA. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan yudisium mencerminkan sinergi kelembagaan yang solid dalam mendukung proses akademik mahasiswa hingga tahap akhir studi. Hal ini sekaligus menjadi indikator meningkatnya kualitas tata kelola akademik di lingkungan UNISBA. Senada dengan itu, Sekretaris Panitia, *Dr. Yennizar, S.Pd.I., M.Pd.I,* menjelaskan bahwa persiapan kegiatan dilakukan secara matang dengan mengedepankan ketertiban administrasi, kekhidmatan acara, serta pelayanan optimal kepada peserta yudisium. Pendekatan ini menunjukkan komitmen UNISBA dalam memberikan layanan akademik yang profesional dan humanis, sejalan dengan semangat peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam. Melalui yudisium ini, Universitas Islam Batang Hari menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi Islam yang konsisten mencetak lulusan berdaya saing, berintegritas, dan siap mengabdi kepada umat, bangsa, dan negara. Momentum yudisium diharapkan menjadi titik awal bagi para lulusan untuk berkiprah di berbagai sektor kehidupan, sekaligus membawa nilai-nilai UNISBA sebagai kontribusi nyata dalam transformasi masyarakat yang berkelanjutan.
Workshop Kepemimpinan: Leadership for Students di MAN 1 Batang Hari
Berita ini 26 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:37 WIB

Optimalkan Layanan Wartelsuspas, Lapas Muara Bulian Tegaskan Komitmen Berantas Handphone Ilegal

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:52 WIB

Lapas Muara Bulian Bahas Usulan Remisi Susulan dan Integrasi bagi 51 Warga Binaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:31 WIB

Lapas Muara Bulian Perkuat Wawasan Hukum, Hadiri Seminar Nasional di Universitas Jambi

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:30 WIB

Dugaan Intimidasi Awak Media : Polres Batanghari Minta Maaf, Janji Proses Kasus Secara Transparan

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:24 WIB

Viral di Tiktok Live, : Dugaan Pemerkosaan Anak Usia 9Tahun Oleh Ayah Sambung Di Kecamatan Maro Sebo Ulur

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:49 WIB

Dukung Penegak Hukum, Lembaga Masyarakat Dan Insan Pers Akan Gelar Aksi Damai Di Polres Batanghari

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:37 WIB

Dikawal Oknum Polisi HM, 4 Tronton Batu Bara Overloading Diamankan: Wartawan Diancam Ditembak Lapor Ke Propam

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:09 WIB

Dugaan Pengawalan Oknum Polisi & Intimidasi Media Warnai Penangkapan 4 Tronton Batu Bara Ilegal Di Batang Hari

Berita Terbaru