*MENEGAKKAN LAPAS TANPA PUNGLI: KOMITMEN KALAPAS MUARA BULIAN DAN HARAPAN SELURUH WARGA BINAAN*

Avatar

- Redaksi

Rabu, 15 Oktober 2025 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*MENEGAKKAN LAPAS TANPA PUNGLI: KOMITMEN KALAPAS MUARA BULIAN DAN HARAPAN SELURUH WARGA BINAAN*

Muara Bulian -Matajurnalis.co.id15 Oktober 2025— Lapas Kelas IIB Muara Bulian terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari pungutan liar (pungli). Melalui gerakan “Stop Pungli”, pihak lapas berupaya membangun budaya integritas dan pelayanan yang transparan bagi seluruh warga binaan serta masyarakat.

Kalapas Kelas IIB Muara Bulian, M. Ilham Santoso Sahdani menegaskan, “Pihaknya tidak akan menoleransi segala bentuk praktik pungli, baik yang dilakukan oleh petugas maupun warga binaan.”

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin menghapus stigma negatif bahwa lapas identik dengan pungli. Seluruh petugas sudah diingatkan dan disumpah untuk bekerja profesional. Bila ditemukan pelanggaran, sanksinya tegas sesuai aturan, pengawasan dilakukan secara berlapis melalui kegiatan razia rutin, peningkatan transparansi layanan, serta pembentukan tim pengendali gratifikasi internal, Kami juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat dan keluarga warga binaan. Semua laporan akan ditindaklanjuti tanpa pandang bulu,” Ujar Ilham.

Gerakan “Stop Pungli” ini mendapat sambutan positif dari warga binaan.
“Sekarang lebih tertib. Kalau mau kirim surat atau kirim makanan, semuanya lewat sistem dan prosedur. Tidak ada lagi istilah ‘uang pelicin’ ujarnya.

Warga binaan lainnya menilai kebijakan baru tersebut membawa suasana lapas yang lebih tenang dan adil.
“Kami senang, karena tidak ada perbedaan perlakuan. Semua warga binaan diperlakukan sama,” katanya.

Salah Satu Keluarga warga binaan, Fitri juga menyampaikan apresiasinya terhadap langkah tegas pihak lapas. Salah seorang ibu dari warga binaan mengaku kini lebih tenang saat mengunjungi anaknya di lapas.

“Dulu kami sempat khawatir harus mengeluarkan uang lebih kalau mau kirim barang. Sekarang petugasnya ramah dan prosedurnya jelas. Kami merasa dilayani, bukan dibebani,” ungkapnya.

Baca Juga  Lapas Kelas IIB Muara Bulian Gelar Bhakti Sosial dan Pasar Murah, Wujud Nyata Pengabdian untuk Masyarakat

Keluarga lain berharap program ini terus berlanjut dan tidak berhenti hanya sebagai slogan.
“Kalau lapas benar-benar bebas pungli, warga binaan bisa fokus memperbaiki diri tanpa tekanan,” ujar salah satu keluarga narapidana.

Kalapas menjelaskan perubahan sistem di lapas tidak bisa terjadi tanpa keterlibatan seluruh pihak. Selain pengawasan internal, kerja sama lembaga pengawas eksternal terus diperkuat.
“Kami ingin Lapas Muara Bulian menjadi contoh bahwa integritas bisa dimulai dari pelayanan yang bersih dan transparan,” ujarnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Lapas Kelas IIB Muara Bulian berharap dapat menjadi pelopor gerakan anti pungli di lingkungan pemasyarakatan wilayah Jambi dan sekitarnya.

Gerakan “Stop Pungli” bukan hanya tentang penghapusan pungutan liar, tetapi juga tentang membangun kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan. Dukungan dari semua pihak petugas, warga binaan, dan keluarga menjadi kunci utama agar perubahan yang diinisiasi tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi juga dirasakan nyata oleh masyarakat.(Wit)

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Berita Terkait

Laporan Pidana Menggantung, Yernawita: Kami Siap Lapor ke Propam Jika Polres Batanghari Tidak Transparan
Diduga Lambat Tangani Kasus Penipuan & Penggelapan, Polsek Maro Sebo Ulu Dikritik Aktivis
Dugaan Pungutan Tidak Wajar Capai Puluhan Juta Rupiah dalam Pembuatan Sertifikat PTSL 2024 di Desa Simpang Rantau Gedang, Warga Mengeluh Beban Berlipat  
Polda Jambi Lakukan Rotasi 45 Personel, Iptu Arisman Resmi Jabat Kapolsek Pemayung Batanghari
Diduga Kejanggalan Administrasi Tanah di Simpang Rantau Gedang: Luas 1,69 Hektare Berubah Menjadi 1,8 Hektare
Lagi! Lokasi Minyak Ilegal Lahan Milik Akuang Terbakar di Batanghari, Status Sumur Terbakar Masih Ditelusuri
Pelaku Inisial MI dan DS dan Mr. X Belum Diamankan, Keluarga Korban Penganiayaan Warga Simpang Rantau Gedang Minta Polres Batanghari segera amankan pelaku
Babak Baru Dugaan Pengeroyokan di Mersam, Keluarga Terduga Pelaku Datangi Rumah Korban Minta Damai
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:08 WIB

Laporan Pidana Menggantung, Yernawita: Kami Siap Lapor ke Propam Jika Polres Batanghari Tidak Transparan

Selasa, 1 September 2026 - 13:28 WIB

Dugaan Pungutan Tidak Wajar Capai Puluhan Juta Rupiah dalam Pembuatan Sertifikat PTSL 2024 di Desa Simpang Rantau Gedang, Warga Mengeluh Beban Berlipat  

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Polda Jambi Lakukan Rotasi 45 Personel, Iptu Arisman Resmi Jabat Kapolsek Pemayung Batanghari

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:42 WIB

Diduga Kejanggalan Administrasi Tanah di Simpang Rantau Gedang: Luas 1,69 Hektare Berubah Menjadi 1,8 Hektare

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Lagi! Lokasi Minyak Ilegal Lahan Milik Akuang Terbakar di Batanghari, Status Sumur Terbakar Masih Ditelusuri

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Pelaku Inisial MI dan DS dan Mr. X Belum Diamankan, Keluarga Korban Penganiayaan Warga Simpang Rantau Gedang Minta Polres Batanghari segera amankan pelaku

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:10 WIB

ROKOK ILEGAL MEREK AO TUMBUH SUBUR DI JAMBI: PT GRACIA EFATA MUARO JAMBI DIDUGA JADI GUDANG PENYIMPANAN — PADAHAL SUDAH DIGAGALKAN BEA CUAI MADIUN

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Babak Baru Dugaan Pengeroyokan di Mersam, Keluarga Terduga Pelaku Datangi Rumah Korban Minta Damai

Berita Terbaru

Merangin

BERSHOLAWAT UNTUK NEGERI, MENJAGA HATI, MEMBANGUN DIRI

Selasa, 1 Sep 2026 - 15:45 WIB