Oknum Guru SMA 7 Batanghari Dipolisikan

Avatar

- Redaksi

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kepala Desa Simpang Rantau Gedang Buat Laporan Polres Batanghari

 

MATA JURNALIS.CO.ID, BATANGHARI – Kepala Desa Simpang Rantau Gedang, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, Epkusuma, resmi melaporkan seorang oknum guru ke Polres Batanghari terkait dugaan pemalsuan dokumen administrasi pertanahan. Laporan telah tercatat dengan nomor register STB PP/227/VII/SAT RESKRIM BATANGHARI.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

 

Yang dilaporkan adalah Holik, yang bertugas sebagai guru di SMA Negeri 7 Batanghari. Atas tindakan tersebut, Epkusuma menegaskan dirinya sangat dirugikan secara hukum maupun administratif.

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan keterangan Epkusuma, pada awal April 2025, pihaknya selaku Kepala Desa telah mengajukan permohonan penerbitan sertifikat tanah kepada Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Batanghari sebanyak 30 bidang tanah. Salah satunya adalah lahan yang dikuasai Holik atas nama Melisa Amelia.

 

 

Namun, setelah proses verifikasi, BPN hanya menyetujui dan menerbitkan sertifikat untuk 26 bidang tanah. Ketika memeriksa dokumen yang diterbitkan, Epkusuma menemukan ketidakwajaran yang mencurigakan.

 

 

“Sertifikat tanah yang terbit atas nama Melisa Amelia milik saudara Holik lokasinya tidak sesuai dengan yang saya ajukan pada bulan April 2025. Lokasi yang tertera justru berada di tanah milik warga lain bernama Sugito. Selain itu, ada beberapa sertifikat lain yang lokasinya juga berbeda dengan usulan resmi dari desa,” ungkap Epkusuma.

 

 

Mendapati hal tersebut, Kepala Desa kemudian mempertanyakan kejanggalan itu kepada Holik. Namun, jawaban yang diterima justru semakin memperkuat dugaan pelanggaran.

 

 

“Holik mengakui bahwa dia mengajukan sendiri permohonan sertifikat tersebut langsung ke BPN Batanghari tanpa sepengetahuan dan persetujuan saya selaku Kepala Desa,” jelas Epkusuma.

 

 

Padahal, sesuai aturan administrasi pertanahan, setiap permohonan penerbitan sertifikat tanah di wilayah desa harus melalui verifikasi dan persetujuan serta ditandatangani oleh Kepala Desa sebagai pejabat yang mengetahui kondisi riil di lapangan.

 

 

“Saya sama sekali tidak pernah menandatangani maupun menerbitkan surat keterangan apapun untuk pengajuan sertifikat yang dilakukan sendiri oleh saudara Holik. Ini jelas merugikan kewenangan saya selaku Kepala Desa dan berpotensi menimbulkan sengketa tanah antarwarga,” tegas Epkusuma.

 

 

 

 

 

 

Melalui laporan ke Polres Batanghari, Epkusuma meminta aparat kepolisian untuk menelusuri dan membuktikan kebenaran dugaan pemalsuan tanda tangan serta dokumen administrasi desa yang diduga digunakan Holik untuk mengurus sertifikat secara sepihak. Pihaknya juga berharap agar kasus ini ditindaklanjuti secara hukum yang tegas demi menjaga kepastian hukum pertanahan dan mencegah kerugian lebih lanjut bagi masyarakat Desa Simpang Rantau Gedang.

 

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Batanghari masih dalam tahap pemeriksaan awal terhadap laporan tersebut. Pungkasnya (Red)

Editor : Indra Wijaya

Berita Terkait

PT ACA Hadir di Sungai Rengas, Warga Berharap Lapangan Kerja dan Ekonomi Petani Sawit Meningkat
Dari Lapangan Hijau untuk Masyarakat, Muhammad Zinedine Zidane Dukung Pemuda dan UMKM Batang Hari
BANTAH DUGAAN PELANGGARAN IZIN PKS DI SUNGAI RENGAS, KABID PERIZINAN BATANG HARI: SEMUA SUDAH SESUAI REGULASI
H. Elpisina Hadiri Pengukuhan Pengurus PKB Batang Hari, Yernawita SH Dipercaya Jadi Salah Satu Wakil Ketua Periode 2026–2031
Warga Mersam Klaim Tanah Perkebunan PT IAA/ICA Masuk Ke Kelompok Tani Mersam Jaya
Sat Narkoba Polres Batanghari Gencar Laksanakan KRYD, 6 Terduga Pengedar Dan Pengguna Narkotika Diamankan
Dugaan Sengketa Lahan 450 Hektare di Batang Hari, Lahmudin Minta Kepastian Hukum dan Dorong Aksi Damai ke Kejati Jambi
Polres Batang Hari Gelar Operasi Sarang Narkoba di Lubuk Ruso, Sidak Lokasi yang Diduga Jadi Markas Peredaran Narkotika

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:27 WIB

PT ACA Hadir di Sungai Rengas, Warga Berharap Lapangan Kerja dan Ekonomi Petani Sawit Meningkat

Minggu, 1 November 2026 - 19:02 WIB

Dari Lapangan Hijau untuk Masyarakat, Muhammad Zinedine Zidane Dukung Pemuda dan UMKM Batang Hari

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:58 WIB

BANTAH DUGAAN PELANGGARAN IZIN PKS DI SUNGAI RENGAS, KABID PERIZINAN BATANG HARI: SEMUA SUDAH SESUAI REGULASI

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Warga Mersam Klaim Tanah Perkebunan PT IAA/ICA Masuk Ke Kelompok Tani Mersam Jaya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Sat Narkoba Polres Batanghari Gencar Laksanakan KRYD, 6 Terduga Pengedar Dan Pengguna Narkotika Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Dugaan Sengketa Lahan 450 Hektare di Batang Hari, Lahmudin Minta Kepastian Hukum dan Dorong Aksi Damai ke Kejati Jambi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Polres Batang Hari Gelar Operasi Sarang Narkoba di Lubuk Ruso, Sidak Lokasi yang Diduga Jadi Markas Peredaran Narkotika

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Angkutan Batu Bara Diduga Diputar Balik di Gerbang Tol Pijoan, Pengelola Beri Penjelasan

Berita Terbaru