Skenario Pengawalan Dugaan Pengiriman Batu Bara Tanpa Dokumen: Investigasi Matajurnalis Tegaskan Peran Oknum HM, Muncul Pernyataan Berbeda

Avatar

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Istimewa

 

MATAJURNALIS.CO.ID, BATANGHARI – Lima unit mobil tronton yang diduga mengangkut batu bara tanpa dokumen resmi kembali menimbulkan kontroversi setelah muncul perbedaan informasi terkait pihak yang mengawal konvoi tersebut. Hasil investigasi tim Matajurnalis.co.id menegaskan pengawalan dilakukan oleh oknum berinisial HM, meskipun klaim lain menyebutkan nama yang berbeda.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Berdasarkan informasi yang diterima awak media dari sumber terpercaya di lapangan, kelima kendaraan tersebut diduga kuat beroperasi tanpa memiliki Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang sah. Tanpa dokumen tersebut, pengangkutan batu bara dianggap melanggar aturan perizinan dan pengelolaan sumber daya alam yang berlaku di wilayah Provinsi Jambi.

 

Dalam perkembangannya, muncul pernyataan yang berbeda dari laporan yang dimuat oleh situs berita harimausangkilan.com. Sumber yang dikutip dalam laporan tersebut menyatakan bahwa konvoi mobil tronton tersebut dikawal oleh oknum media berinisial EK, bukan HM.

 

Namun, penelusuran mendalam dan verifikasi silang yang dilakukan tim investigasi Matajurnalis.co.id menemukan fakta yang berbeda. Ada dugaan kuat adanya kesepakatan atau “mufakat” antar pihak, yang menyebabkan nama oknum berinisial HM sempat tidak dikaitkan dengan kasus ini, agar ia tidak teridentifikasi sebagai pihak yang melakukan pengawalan terhadap pengiriman yang bermasalah tersebut.

 

Setelah menelusuri berbagai bukti dan keterangan dari pihak yang mengetahui kejadian secara langsung, tim Matajurnalis.co.id memastikan bahwa pihak yang benar-benar terlibat dalam pengawalan kelima unit mobil tronton bermuatan batu bara tersebut adalah oknum berinisial HM.

 

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang maupun dari oknum yang disebutkan terkait dugaan ini. Tim redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk upaya penegakan hukum terhadap pelanggaran perizinan serta klarifikasi dari pihak-pihak yang terlibat, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas di sektor pertambangan Jambi. Pungkasnya (Red)

Baca Juga  Keluarga Korban Pengeroyokan di Mersam Tegas Tolak Damai, Minta Semua Terduga Diproses Hukum

 

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Editor : Indra Wijaya

Berita Terkait

Laporan Pidana Menggantung, Yernawita: Kami Siap Lapor ke Propam Jika Polres Batanghari Tidak Transparan
Diduga Lambat Tangani Kasus Penipuan & Penggelapan, Polsek Maro Sebo Ulu Dikritik Aktivis
Dugaan Pungutan Tidak Wajar Capai Puluhan Juta Rupiah dalam Pembuatan Sertifikat PTSL 2024 di Desa Simpang Rantau Gedang, Warga Mengeluh Beban Berlipat  
Polda Jambi Lakukan Rotasi 45 Personel, Iptu Arisman Resmi Jabat Kapolsek Pemayung Batanghari
Diduga Kejanggalan Administrasi Tanah di Simpang Rantau Gedang: Luas 1,69 Hektare Berubah Menjadi 1,8 Hektare
Lagi! Lokasi Minyak Ilegal Lahan Milik Akuang Terbakar di Batanghari, Status Sumur Terbakar Masih Ditelusuri
Pelaku Inisial MI dan DS dan Mr. X Belum Diamankan, Keluarga Korban Penganiayaan Warga Simpang Rantau Gedang Minta Polres Batanghari segera amankan pelaku
ROKOK ILEGAL MEREK AO TUMBUH SUBUR DI JAMBI: PT GRACIA EFATA MUARO JAMBI DIDUGA JADI GUDANG PENYIMPANAN — PADAHAL SUDAH DIGAGALKAN BEA CUAI MADIUN
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:08 WIB

Laporan Pidana Menggantung, Yernawita: Kami Siap Lapor ke Propam Jika Polres Batanghari Tidak Transparan

Selasa, 1 September 2026 - 14:34 WIB

Diduga Lambat Tangani Kasus Penipuan & Penggelapan, Polsek Maro Sebo Ulu Dikritik Aktivis

Selasa, 1 September 2026 - 13:28 WIB

Dugaan Pungutan Tidak Wajar Capai Puluhan Juta Rupiah dalam Pembuatan Sertifikat PTSL 2024 di Desa Simpang Rantau Gedang, Warga Mengeluh Beban Berlipat  

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:42 WIB

Diduga Kejanggalan Administrasi Tanah di Simpang Rantau Gedang: Luas 1,69 Hektare Berubah Menjadi 1,8 Hektare

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Lagi! Lokasi Minyak Ilegal Lahan Milik Akuang Terbakar di Batanghari, Status Sumur Terbakar Masih Ditelusuri

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Pelaku Inisial MI dan DS dan Mr. X Belum Diamankan, Keluarga Korban Penganiayaan Warga Simpang Rantau Gedang Minta Polres Batanghari segera amankan pelaku

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:10 WIB

ROKOK ILEGAL MEREK AO TUMBUH SUBUR DI JAMBI: PT GRACIA EFATA MUARO JAMBI DIDUGA JADI GUDANG PENYIMPANAN — PADAHAL SUDAH DIGAGALKAN BEA CUAI MADIUN

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Babak Baru Dugaan Pengeroyokan di Mersam, Keluarga Terduga Pelaku Datangi Rumah Korban Minta Damai

Berita Terbaru

Merangin

BERSHOLAWAT UNTUK NEGERI, MENJAGA HATI, MEMBANGUN DIRI

Selasa, 1 Sep 2026 - 15:45 WIB