Kajian Penerapan Manajemen Pendidikan Islam di Lembaga Pendidikan Sekolah/Madrasah

Avatar

- Redaksi

Sabtu, 20 September 2025 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendahuluan

Manajemen pendidikan Islam merupakan suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan yang berlandaskan pada ajaran dan nilai-nilai Islam. Orientasi utamanya tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga menekankan pembentukan kepribadian peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Keberadaan sekolah maupun madrasah memiliki peran strategis dalam mengimplementasikan manajemen berbasis Islam guna mewujudkan tujuan pendidikan yang menyeluruh, yakni melahirkan insan kamil yang seimbang antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan moral.

Landasan Konseptual

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prinsip-prinsip manajemen pendidikan Islam berpijak pada Al-Qur’an, Hadis, dan ijtihad ulama. Ajaran Islam menekankan kepemimpinan yang adil, musyawarah dalam pengambilan keputusan, kejujuran, tanggung jawab, serta profesionalitas dalam menjalankan amanah. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Mujadalah ayat 11 tentang keutamaan ilmu, serta QS. Ali Imran ayat 159 mengenai pentingnya musyawarah dalam kepemimpinan. Dengan demikian, manajemen pendidikan Islam tidak sekadar dipahami sebagai perangkat administratif, melainkan sebagai praktik yang sarat dimensi spiritual, moral, dan sosial.

Penerapan di Sekolah/Madrasah

Implementasi manajemen pendidikan Islam di sekolah maupun madrasah dapat diamati melalui empat fungsi utama:

1. Perencanaan (Planning). Visi, misi, dan program kerja dirancang tidak hanya untuk memenuhi standar akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islami dalam kurikulum, kegiatan pembelajaran, dan budaya sekolah.

2. Pengorganisasian (Organizing). Kepala sekolah membagi tugas sesuai kompetensi guru dan tenaga kependidikan dengan asas keseimbangan (tawazun) dan musyawarah (syura). Kolaborasi dikembangkan dalam semangat ukhuwah Islamiyah.

3. Pelaksanaan (Actuating). Penerapan manajemen menitikberatkan pada keteladanan (uswah hasanah). Guru dan kepala sekolah berfungsi sebagai teladan dalam disiplin, etos kerja, dan akhlak Islami. Kegiatan ibadah, program keagamaan, serta pembinaan karakter menjadi bagian integral dari budaya sekolah.

Baca Juga  ang terus berubah. Acara tersebut dihadiri oleh pimpinan yayasan, pimpinan universitas, dosen, serta seluruh peserta yudisium. Rektor Universitas Islam Batang Hari, *Dr. Ansori, S.Pd.I., M.Pd.I,* dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Yudisium Angkatan IX dengan jumlah peserta sebanyak *189* orang, yang terdiri atas *181 lulusan Program Sarjana dan 8 lulusan Program Magister* . Adapun peserta yudisium berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) sebanyak 120 orang, Fakultas Syari’ah dan Hukum sebanyak 29 orang, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sebanyak 41 orang. Yudisium Angkatan IX UNISBA Tahun Akademik 2025/2026 mengusung tema *“Menguatkan Kompetensi Lulusan yang Adaptif dan Berintegritas sebagai Kontributor Transformasi Masyarakat Berkelanjutan.”* Tema ini dinilai relevan dengan tantangan global dan nasional yang menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki kecakapan akademik, tetapi juga kemampuan adaptif, kepekaan sosial, serta integritas moral yang kuat. Dalam konteks ini, UNISBA menempatkan lulusan sebagai subjek perubahan sosial yang diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Dari perspektif pendidikan tinggi, yudisium ini mencerminkan upaya UNISBA dalam memperkuat orientasi lulusan yang tidak berhenti pada capaian akademik semata, melainkan berkelanjutan hingga pada pengabdian di ruang publik. Lulusan diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, pendidikan, dan masyarakat dengan pendekatan yang etis, profesional, serta berorientasi pada kemaslahatan bersama. Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Batang Hari, *Zulqarnain, S.Ag., M.Hum., Ph.D,* dalam arahannya menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan sebagai identitas utama lulusan UNISBA. Ia menilai bahwa lulusan perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan di tengah masyarakat, baik dalam sikap, pemikiran, maupun kontribusi sosial. Oleh karena itu, penguasaan ilmu pengetahuan harus senantiasa diiringi dengan akhlak mulia dan komitmen kebangsaan. Ketua Panitia Yudisium Angkatan IX, *Dr. Iwan Aprianto, S.Pd.I., M.Pd,* menyampaikan bahwa kegiatan yudisium ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh panitia dan sivitas akademika UNISBA. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan yudisium mencerminkan sinergi kelembagaan yang solid dalam mendukung proses akademik mahasiswa hingga tahap akhir studi. Hal ini sekaligus menjadi indikator meningkatnya kualitas tata kelola akademik di lingkungan UNISBA. Senada dengan itu, Sekretaris Panitia, *Dr. Yennizar, S.Pd.I., M.Pd.I,* menjelaskan bahwa persiapan kegiatan dilakukan secara matang dengan mengedepankan ketertiban administrasi, kekhidmatan acara, serta pelayanan optimal kepada peserta yudisium. Pendekatan ini menunjukkan komitmen UNISBA dalam memberikan layanan akademik yang profesional dan humanis, sejalan dengan semangat peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam. Melalui yudisium ini, Universitas Islam Batang Hari menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi Islam yang konsisten mencetak lulusan berdaya saing, berintegritas, dan siap mengabdi kepada umat, bangsa, dan negara. Momentum yudisium diharapkan menjadi titik awal bagi para lulusan untuk berkiprah di berbagai sektor kehidupan, sekaligus membawa nilai-nilai UNISBA sebagai kontribusi nyata dalam transformasi masyarakat yang berkelanjutan.

4. Pengawasan (Controlling). Pengawasan tidak hanya mengukur capaian akademik, tetapi juga mencakup pembinaan perilaku, kedisiplinan, dan perkembangan spiritual peserta didik. Prinsip amar ma’ruf nahi munkar diterapkan dengan pendekatan yang edukatif, persuasif, dan penuh kasih sayang.

Tantangan dan Solusi

Penerapan manajemen pendidikan Islam masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya, masih ada kepala sekolah dan guru yang kurang memahami konsep manajemen Islami, sehingga aspek administratif lebih dominan daripada pembinaan karakter. Selain itu, keterbatasan sarana prasarana keagamaan serta derasnya arus globalisasi menuntut penyesuaian agar nilai-nilai Islam tetap relevan dan kontekstual.

Untuk menjawab tantangan tersebut, beberapa langkah yang dapat ditempuh antara lain:

Peningkatan kapasitas kepala sekolah dan guru melalui pelatihan manajemen berbasis Islam.

Penguatan literasi digital dengan muatan Islami yang mendukung proses pembelajaran.

Sinergi yang lebih erat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung visi pendidikan Islam.

Dengan langkah-langkah tersebut, sekolah dan madrasah dapat tetap kompetitif sekaligus konsisten menjaga identitasnya sebagai lembaga pendidikan Islami.

Kesimpulan

Manajemen pendidikan Islam merupakan upaya integratif yang menyelaraskan prinsip-prinsip manajemen modern dengan ajaran Islam. Penerapannya meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang berorientasi pada pembentukan insan berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Meskipun masih menghadapi berbagai tantangan, manajemen pendidikan Islam diyakini dapat menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya generasi muslim yang cerdas, tangguh, dan berkarakter Islami.

Penulis: Dosen Tetap Prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Batang Hari – Jambi

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Berita Terkait

Prodi MPI FTIK UNISBA dan FKIP Unila Gelar IA dan Sharing Session, Perkuat Tata Kelola dan SDM Unggul
Wajah Pendidikan Jambi Kian Tercoreng: Kadis Dik Dinilai Gagal, Yayasan Bani Hasyim Beroperasi Tanpa Izin dan Diduga Lakukan Pungli
UNISBA Gelar Seminar Internasional, Hadirkan Akademisi Universitas Al Azhar Kairo Mesir
Universitas Islam Batang Hari Resmi Miliki Guru Besar Pertama, Dr. Ansori, S.Pd.I., M.Pd.I Raih Jabatan Profesor
UNISBA Jambi Siap Cetak Advokat Profesional Melalui Kolaborasi Kemenag, PERADI Profesional, dan Universitas Indonesia
175 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Islam Batang Hari Gelombang I TA 2026/2027
UNISBA Terus Berkembang: Prodi Hukum Keluarga Islam Resmi Kantongi Izin Kemenag RI*
Ketika Anggaran Pendidikan Membiayai Makan Bergizi Gratis*
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:08 WIB

Laporan Pidana Menggantung, Yernawita: Kami Siap Lapor ke Propam Jika Polres Batanghari Tidak Transparan

Selasa, 1 September 2026 - 13:28 WIB

Dugaan Pungutan Tidak Wajar Capai Puluhan Juta Rupiah dalam Pembuatan Sertifikat PTSL 2024 di Desa Simpang Rantau Gedang, Warga Mengeluh Beban Berlipat  

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Polda Jambi Lakukan Rotasi 45 Personel, Iptu Arisman Resmi Jabat Kapolsek Pemayung Batanghari

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:42 WIB

Diduga Kejanggalan Administrasi Tanah di Simpang Rantau Gedang: Luas 1,69 Hektare Berubah Menjadi 1,8 Hektare

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:01 WIB

Lagi! Lokasi Minyak Ilegal Lahan Milik Akuang Terbakar di Batanghari, Status Sumur Terbakar Masih Ditelusuri

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Pelaku Inisial MI dan DS dan Mr. X Belum Diamankan, Keluarga Korban Penganiayaan Warga Simpang Rantau Gedang Minta Polres Batanghari segera amankan pelaku

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:10 WIB

ROKOK ILEGAL MEREK AO TUMBUH SUBUR DI JAMBI: PT GRACIA EFATA MUARO JAMBI DIDUGA JADI GUDANG PENYIMPANAN — PADAHAL SUDAH DIGAGALKAN BEA CUAI MADIUN

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Babak Baru Dugaan Pengeroyokan di Mersam, Keluarga Terduga Pelaku Datangi Rumah Korban Minta Damai

Berita Terbaru

Merangin

BERSHOLAWAT UNTUK NEGERI, MENJAGA HATI, MEMBANGUN DIRI

Selasa, 1 Sep 2026 - 15:45 WIB