Gudang Minyak Diduga Ilegal Di Simpang Sungai Duren, Beroperasi Gelap Saat Malam Hari

Avatar

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fotoh : Lokasi gudang minyak milik inisial SLN Warga simpang sungai duren

 

MATAJURNALIS. CO. ID, MUARA JAMBI – Sorotan terhadap keberadaan gudang penyimpanan minyak di Desa Simpang Sungai Duren, Kecamatan Jeluko, Kabupaten Muara Jambi, kian memanas seiring terungkapnya fakta baru yang memperkuat dugaan praktik pelanggaran hukum di lokasi tersebut. Selain diketahui tidak pernah tersentuh pemeriksaan aparat penegak hukum, terungkap pula bahwa seluruh aktivitas bongkar muat dan operasional gudang milik inisial SLN itu justru berjalan aktif di tengah kegelapan malam.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Berdasarkan data dan hasil penelusuran mendalam awak media, lokasi gudang ini pun berada di posisi yang sangat strategis namun tersembunyi, tepat berada di bagian belakang rumah warga setempat yang hanya dikenal dengan inisial SLN, beralamat di wilayah RT 014. Posisi ini diduga sengaja dipilih untuk memudahkan penyamaran kegiatan serta menghindari pantauan warga lain maupun pihak berwenang.

 

Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, gudang ini kerap kedatangan armada kendaraan berwarna merah putih yang memiliki kemiripan kuat dengan identitas kendaraan operasional milik PT Pertamina. Kini terungkap, kedatangan maupun keberangkatan kendaraan-kendaraan tersebut mayoritas dilakukan saat malam hari, di mana aktivitas masyarakat sekitar mulai sepi dan berkurang pengawasannya.

 

Salah satu warga yang membenarkan hal ini mengaku telah lama mengamati pola kegiatan tersebut. Menurutnya, operasi yang dilakukan di bawah remang-remang malam ini semakin meyakinkan warga bahwa apa yang terjadi di gudang tersebut adalah aktivitas ilegal yang sengaja disembunyikan.

 

“Kegiatannya jelas-jelas di malam hari. Kalau siang terlihat sepi, tapi begitu malam tadi, kendaraan-kendaraan berwarna merah putih itu ramai masuk dan keluar. Lokasinya pun persis di belakang rumah SLN, jadi tertutup pandangan dari jalan utama. Kami sudah lama melihat ini berlangsung, dan sangat yakin ini bukan kegiatan yang sah,” ungkap sumber masyarakat yang meminta identitasnya disembunyikan.

Baca Juga  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

 

Fakta bahwa gudang ini beroperasi di malam hari, berlokasi tersembunyi, dan hingga kini tidak pernah ada tindakan atau pemeriksaan dari jajaran Polsek Jeluko, menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga. Masyarakat mempertanyakan efektivitas pengawasan keamanan di wilayah tersebut dan menduga ada kelalaian atau perlindungan yang membuat aktivitas ini terus berlanjut tanpa hambatan selama bertahun-tahun.

 

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih terus berupaya mengonfirmasi pihak kepolisian dan instansi terkait guna mendapatkan penjelasan resmi serta kejelasan hukum atas keberadaan gudang minyak yang diduga kuat beroperasi di luar ketentuan perundang-undangan ini. Masyarakat berharap adanya langkah tegas dan nyata agar praktik semacam ini tidak terus merugikan negara dan mengganggu ketertiban umum. (TIM)

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Berita Terkait

Diduga Lambat Tangani Kasus Penipuan & Penggelapan, Polsek Maro Sebo Ulu Dikritik Aktivis
Diduga Kejanggalan Administrasi Tanah di Simpang Rantau Gedang: Luas 1,69 Hektare Berubah Menjadi 1,8 Hektare
Pelaku Inisial MI dan DS dan Mr. X Belum Diamankan, Keluarga Korban Penganiayaan Warga Simpang Rantau Gedang Minta Polres Batanghari segera amankan pelaku
Satu Tahun Buron: Jejak Sitanggang Tak Terendus, Bisnis ‘Ilegal Drilling’ di Desa Bungku Malah Makin Eksis
Aktivis LCKI dan KOMPEJ Geruduk Kejari Batanghari, Bongkar Dugaan Skandal Dana Desa Malapari 2025
Kepala lapas kelas IIB muara Bulian ikut mendampingi studi tiru ke Nusakambangan
Dugaan gratifikasi antara (Plt. Sekda Tebo) dengan pihak CV Media Utama.
Dampak Kisruh Di Indonesia, Fitur Live Tik Tok Di Nonaktifkan
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 14:34 WIB

Diduga Lambat Tangani Kasus Penipuan & Penggelapan, Polsek Maro Sebo Ulu Dikritik Aktivis

Selasa, 1 September 2026 - 13:28 WIB

Dugaan Pungutan Tidak Wajar Capai Puluhan Juta Rupiah dalam Pembuatan Sertifikat PTSL 2024 di Desa Simpang Rantau Gedang, Warga Mengeluh Beban Berlipat  

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Polda Jambi Lakukan Rotasi 45 Personel, Iptu Arisman Resmi Jabat Kapolsek Pemayung Batanghari

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:42 WIB

Diduga Kejanggalan Administrasi Tanah di Simpang Rantau Gedang: Luas 1,69 Hektare Berubah Menjadi 1,8 Hektare

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Pelaku Inisial MI dan DS dan Mr. X Belum Diamankan, Keluarga Korban Penganiayaan Warga Simpang Rantau Gedang Minta Polres Batanghari segera amankan pelaku

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:10 WIB

ROKOK ILEGAL MEREK AO TUMBUH SUBUR DI JAMBI: PT GRACIA EFATA MUARO JAMBI DIDUGA JADI GUDANG PENYIMPANAN — PADAHAL SUDAH DIGAGALKAN BEA CUAI MADIUN

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Babak Baru Dugaan Pengeroyokan di Mersam, Keluarga Terduga Pelaku Datangi Rumah Korban Minta Damai

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:57 WIB

Keluarga Korban Pengeroyokan di Mersam Tegas Tolak Damai, Minta Semua Terduga Diproses Hukum

Berita Terbaru

Merangin

BERSHOLAWAT UNTUK NEGERI, MENJAGA HATI, MEMBANGUN DIRI

Selasa, 1 Sep 2026 - 15:45 WIB