Dampak Kisruh Di Indonesia, Fitur Live Tik Tok Di Nonaktifkan

Avatar

- Redaksi

Minggu, 31 Agustus 2025 - 00:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATA JURNALIS. CO. ID, JAKARTA – Mulai malam ini, Sabtu (30/8/2025), pengguna TikTok di Indonesia tidak dapat lagi menikmati layanan live. Tik Tok memutuskan untuk mematikan fitur tersebut sementara waktu dengan alasan keamanan nasional.

Di lansir dari detiknet. Com Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk menanyakan apakah langkah TikTok menonaktifkan fitur Live merupakan permintaan dari pemerintah. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menampik hal tersebut.

“Inisiatif TikTok. Voluntary,” katanya singkat saat dihubungi detikINET.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya melalui pernyataan resmi yang diterima detikINET, juru bicara TikTok menjelaskan bahwa langkah mematikan fitur Live diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa di Indonesia.

Sehubungan dengan meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa di Indonesia, kami mengambil langkah-langkah pengamanan tambahan untuk menjaga TikTok tetap menjadi ruang yang aman dan beradab. Sebagai bagian dari langkah ini, kami secara sukarela menangguhkan fitur TikTok LIVE selama beberapa hari ke depan di Indonesia. Kami juga terus menghapus konten yang melanggar Panduan Komunitas dan memantau situasi yang ada,” ujar perwakilan TikTok.

 

Selain menonaktifkan fitur Live, TikTok mengatakan pihaknya menghapus konten-konten yang melanggar panduan komunitas.

 

“Kami juga terus menghapus konten yang melanggar Panduan Komunitas dan memantau situasi yang ada,” ungkap Jubir TikTok.

Sumber : Detiknet.com

 

 

 

Berita Terkait

Universitas Islam Batang Hari Wisudakan 293 Lulusan S1 dan S2, Rektor: Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal Tanggung Jawab Baru
Kebun Sitaan Kejaksaan Agung PT DMP Tetap Dipanen: Hasil Masuk Kantong Pribadi, Ketua BPD & Kapolsek Mersam Diduga Terlibat
Sopir Batu Bara Keluhkan Pungli di Jebak: Benarkah Titik Terparah?
Diduga Lambat Tangani Kasus Penipuan & Penggelapan, Polsek Maro Sebo Ulu Dikritik Aktivis
Diduga Kejanggalan Administrasi Tanah di Simpang Rantau Gedang: Luas 1,69 Hektare Berubah Menjadi 1,8 Hektare
Pelaku Inisial MI dan DS dan Mr. X Belum Diamankan, Keluarga Korban Penganiayaan Warga Simpang Rantau Gedang Minta Polres Batanghari segera amankan pelaku
Gudang Minyak Diduga Ilegal Di Simpang Sungai Duren, Beroperasi Gelap Saat Malam Hari
Satu Tahun Buron: Jejak Sitanggang Tak Terendus, Bisnis ‘Ilegal Drilling’ di Desa Bungku Malah Makin Eksis

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:44 WIB

Revitalisasi SDN 187/TERATAI Kabid Dikdas batang hari kroscek lapangan

Senin, 2 November 2026 - 11:27 WIB

PT ACA Hadir di Sungai Rengas, Warga Berharap Lapangan Kerja dan Ekonomi Petani Sawit Meningkat

Minggu, 1 November 2026 - 19:02 WIB

Dari Lapangan Hijau untuk Masyarakat, Muhammad Zinedine Zidane Dukung Pemuda dan UMKM Batang Hari

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:14 WIB

H. Elpisina Hadiri Pengukuhan Pengurus PKB Batang Hari, Yernawita SH Dipercaya Jadi Salah Satu Wakil Ketua Periode 2026–2031

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Warga Mersam Klaim Tanah Perkebunan PT IAA/ICA Masuk Ke Kelompok Tani Mersam Jaya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:10 WIB

Sat Narkoba Polres Batanghari Gencar Laksanakan KRYD, 6 Terduga Pengedar Dan Pengguna Narkotika Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Dugaan Sengketa Lahan 450 Hektare di Batang Hari, Lahmudin Minta Kepastian Hukum dan Dorong Aksi Damai ke Kejati Jambi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Polres Batang Hari Gelar Operasi Sarang Narkoba di Lubuk Ruso, Sidak Lokasi yang Diduga Jadi Markas Peredaran Narkotika

Berita Terbaru